Connect with us

Sumatra Utara

Pembersihan KJA di Danau Toba tuntas 2022

Published

on

Danau Toba .

JONEWS.ID – Pemprov Sumut menargetkan pembersihan keramba jaring apung (KJA) yang ada di Danau Toba tuntas tahun 2022 mendatang. Pembersihan Danau Toba dari KJA dilakukan dalam rangka menindaklanjuti masukan dari masyarakat.

“Di tahun 2022 selesai, karena 2023 September aku tak punya kekuasaan lagi. Selama berkuasa aku dia (KJA) harus selesai,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi usai bertemu kepala daerah yang ada di seputaran Danau Toba, Kamis (18/11).

Menurut dia, seluruh KJA sudah harus bersihkan baik yang milik masyarakat ataupun perusahaan. Sebagai gantinya, Edy mengaku sudah menyiapkan beberapa alternatif untuk masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat pembersihan KJA.

“Masyarakat yang biasa bekerja di kerambah tadi, nanti kita siapkan, yang mau ke pertanian, pertanian. Yang perkebunan ke perkebunan, peternakan ke peternakan. Ini lah yang hari ini kita sepakati. Tidak ada alasan dia (perusahaan) harus berangkat, kosongkan. Nanti kita atur, kalau rakyat sudah minta kosongin,” tegasnya.

Keberadaan KJA di Danau Toba, diakuinya merupakan bagian dari kerusakan lingkungan. Sehingga harus dihilangkan. “Kan itu limbah merusak alam, merusak alam itu kejahatan tak boleh ada,” tuturnya.

Pembersihan KJA, menurut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dilakukan secara bertahap. “Kan sudah diatur, tahun ini segini, tahun ini segini. Tapi kesepakatan dia harus nol, bisa lebih cepat lebih baik.  Mau rakyat perusahaan, kita sudah sepakat, rakyat yang harus bersemangat untuk itu,” katanya.

(sumber: ANTARA SUMUT)

Sumatra Utara

Polisi menangkap pria bunuh istri karena cemburu di Sumut

Published

on

JONEWS.ID – Aparat Kepolisian Resor Labuhanbatu, Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap seorang pria berinisial AS (59), warga Desa Bandar Tinggi karena melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap istrinya sendiri berinisial NHR (55).

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, Kamis, mengatakan bahwa kasus pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu pelaku terhadap korban.

“Korban selalu menolak ajakan pelaku untuk berhubungan badan. Keduanya juga sering cekcok karena permasalahan rumah tangga,” katanya.
Peristiwa pembunuhan tersebut bermula saat korban bersama pelaku pergi ke ladang pada Selasa (16/11), sekitar pukul 07.00 WIB untuk menderes getah karet.
Di ladang tersebut, pelaku membunuh korban dengan cara membacok korban pada bagian leher dan tangan menggunakan senjata tajam jenis parang.
telah memastikan korban meninggal dunia, pelaku kemudian melarikan diri. Pelaku juga sempat membuang barang bukti parang tersebut ke dalam jurang yang tak jauh dari lokasi pembunuhan.
Jenazah korban ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 23.00 WIB saat melintas di lokasi tersebut yang selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian.
Berdasarkan laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di tempat persembunyiannya pada Rabu (17/11).
“Pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun,” ujarnya pula.

(sumber: ANTARA SUMUT)

Continue Reading

Sumatra Utara

Puluhan rumah di Sibolangit Deliserdang tertimpa longsor, seorang warga meninggal

Published

on

rumah warga di Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit tertimpa longsor

JONEWS.ID – Puluhan rumah di Dusun III, Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, tertimpa longsor, Kamis (11/11) malam.

Dalam kejadian itu, seorang warga meninggal dunia tertimbun tanah longsor.

“Peristiwa longsor menimpa sedikitnya 10 unit rumah yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Korban meninggal bernama Rasmiken Boru Ginting (67),” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang Zainal Abidin Hutagalung MAP dikonfirmasikan ANTARA melalui sambungan telepon seluler, Jumat (12/11).

Zainal menerangkan, korban yang meninggal akibat tertimbun tanah longsor saat ini sedang dalam pencarian.

“Korban dari tadi malam hingga kini masih belum ditemukan. Alat berat sudah diturunkan ke lokasi untuk mencarinya,” terang Zainal.

Selain korban meninggal, kata Zainal seorang warga bernama Masa Tarigan
terluka diakibatkan ditimpa longsor.

“Korban selamat dan sudah dievakuasi serta mendapat perawatan medis di klinik terdekat. Sebanyak 31 jiwa dari 12 Kepala Keluarga (KK) di Desa Kinangkung untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena rumah yang ditinggali mereka telah tertimbun longsor,” pungkasnya.

(sumber: ANTARA SUMUT)

Continue Reading

Sumatra Utara

Sumut mulai ekspor pakan ternak ke Singapura

Published

on

JONEWS.ID – Sumatera Utara mulai mengekspor pakan ternak sebanyak 40 ton ke Singapura setelah selama ini hanya impor.

“Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan bersama Direktorat Jendral Bea Cukai Belawan melepas ekspor perdana pakan ternak milik PT New Hope Medan, Kamis,” ujar Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto di Medan, Kamis (14/10).

Ekspor perdana pakan ternak sebanyak 40 ton ke Singapura itu senilai 21,8 ribu dolar AS atau Rp316 juta.

Ekspor itu menggembirakan karena sebelumnya masih dipasarkan di dalam. negeri.

Sebelum HC (Health Certificate ) diterbitkan, Karantina Pertanian Belawan melakukan tindakan karantina, yaitu pemeriksaan fisik dan kesesuaian dokumen administrasi.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan komoditas pakan ternak itu diterima dan sesuai ketentuan negara tujuan.

Andi menyebutkan, Karantina Pertanian Belawan melakukan pendampingan kepada pelaku usaha sebelum mengekspor.

“Ekspor pakan ternak itu menggembirakan karena selama ini komoditas itu terus impor,” katanya.

Meski pun diakui, beberapa jenis komponen bahan baku pakan itu masih impor.

“Apresiasi kepada PT New Hope Medan yang berhasil membuat produk pakan unggas dengan kualitas ekspor yang memenuhi persyaratan pasar di Singapura, ” katanya.

Apalagi bahan baku pakan ternak itu, komposisi kandungan bahan lokalnya cukup tinggi atau mencapai 70 persen.

Andi Yusmanto menyebutkan, untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian, meningkatkan ekspor pertanian dalam Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), Karantina Pertanian Belawan selaku koordinator program di Sumut terus aktif melakukan sinergisitas.

Sumut memiliki potensi komoditas ekspor dari sektor pertanian dan perkebunan sehingga Karantina Pertanian Belawan optimistis bisa meningkatkan ekspor komoditas pertanian.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang mengapresiasi ekspor perdana pakan ternak dari Sumut.

Selaku koordinator gugus tugas Gratieks secara nasional, katanya, seluruh jajarannya memberikan pendampingan pemenuhan persyaratan teknis ekspor pertanian.

“Semangat ekspor harus terus didorong kepada para calon eksportir yang ada di daerah masing-masing agar geliat ekspor semakin meningkat,” ujar Bambang.

(sumber: AntaraSUMUT)

Continue Reading

Trending