Connect with us

Serdang Bedagai

Soal penista Agama, orang tua ”Sun Go Kong”: Kami meminta maaf kepada Umat Muslim Se-Indonesia

Published

on

Orang tua akun "Sun Go Kong" didampingi Ketua MUI Sergai, Drs. H. Hasful Huznain, SH, Tokoh Agama Drs. H. M. Tamlih Nasution, SE dan Ketua Inti Sergai, Budi SE, MM /Photo.Istimewa

” MUI menerima permintaan maaf dan penyelasalan keluarga Indra Dharma. Mari kita bangun Sergai Mandiri, Sejahtera dan Regilius,” | Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sergai, Drs. H. Hasful Huznain, SH.

SERGAI – Bungaran Burhan (67) dan Nurleli (54) orang tua Indra Dharma alias Acong warga Teluk Mengkudu Sergai, orang tua Indra Dharma alias Acong  menyampaikan permohonan maaf dan penyelasalan kepada Umat Muslim se Indonesia.

Sebab, anak mereka, Acong pemilik akun Facebook berlabel ” Sun Go Kong”  telah melakukan tindakan tidak terpuji kepada Umat Muslim dalam laman postingan  Acong, pada 21 Februari 2021 silam.

” Tindakan itu sudah menyakit Umat Muslim se indonesia, khususnya Umat Muslim di Kabupaten Sergai, di bulan Ramadhan ini, kami atas nama keluarga, memohon maaf atas kejadian itu,” ucap Bungaran saat Konfrensi Pers di Sei-Rampah, Jum,at (30/4).

Konfrensi Pers pagi itu dihadiri Ketua MUI Sergai, Drs. H. Hasful Huznain, SH, Tokoh Agama Drs. H. M. Tamlih Nasution, SE dan Ketua Inti Sergai, Budi SE, MM diselimuti nuansa kesedihan.

Keduanya sadar Acong dihukum atas tindakannya. Namun Bungaran dan Nurleli tetap bermohon, agar penegak hukum di Serdang Bedagai, dapat meringankan hukuman terhadap anaknya.,

” Mohon, maafkan anak kami pak,” ucap Nurleli menangis.

Keduanya berjanji akan mendidik Acong untuk tidak melakukan tindakan tak terpuji, menyakiti hati Umat Muslim se-Indonesia.

MUI

Pernyataan maaf pasutri itu diterima ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sergai, Drs. H. Hasful Huznain, SH.

Hasful mengatakan, bahwa tindakan postingan Acong bukan merupakan penghinaan dan dendam bagi tokoh Muslim.

Hasful menilai, itu merupakan sebuah kekeliruan yang dimintan Hasful tidak terulang kembali, untuk menjaga kerukunan dan tidak saling menyakiti antar umat beragama.

Hasful mengapresiasi atas rasa sayang orang tua Acong terhadap Indra Dharma. Hasful mengingatkan peristiwa itu menjadi efek jera bagi semua pihak.

” Kami berduka cita atas kejadian ini, orang tua yang melahirkan, pasti tidak sampai hati, peristiwa ini menjadi efek jera bagi kita semua,” ucapnya.

Dikatakan Hasful, era kepemimpinan H Dharma Wijaya sejak menjabat sebagai Wakil Bupati hingga Bupati terpilih, kerukunan di Tanah Negeri Bertuah Negeri Berada sudah lama terajut dengan baik yang dilakukan oleh  FKUB dan para tokoh agama di Kabupaten itu.

Persoalan itu diminta Hasful agar tidak kembali diangkat, Ia khawatir itu bisa merusak tatanan kerukunan. MUI berharap, itu menjadi kasus terakhir.

” Kita menerima permintaan maaf dan penyesalan yang disampaikan orang tua Indra Dharma. Mari kita bangun Sergai Mandiri, Sejahtera dan Regilius,” 

Terkait persoalan hukum terhadap Indra Dharma, Hasful menyerahkan kasus itu kepada pihak berwajib.

Masalah Asmara

Tokoh agama Sergai, Drs. H. M. Tamlih Nasution, SE  menilai, bahwa kasus itu bukan merupakan persoalan penistaan agama. Melainkan cenderung  mengarah kepada persoalan asmara  atau kecemburuan antara cinta segitiga.

Menurut Tamlih, kata kata itu keluar, lantaran ketidaktahuan Indra Dharma, kalau bahasa itu bakal melukai hati Umat Islam.

” Jadi bukan penista tapi melainkan ternista, bahasa ini lahir akibat kecemburuan cinta segi tiga,” jelasnya.

Tamlih menambahkan bulan suci Ramadhan bulan penuh kemampuan dalam memaafkan. Ia mengajak agar bulan ibadah umat Islam tersebut menjadi bulan kebaikan bagi masyrakat dan  tokoh agama untuk saling memaafkan.

” Sebagai negara hukum, upaya hukum itu wewenang aparat hukum, namun kita memaafkan atas persoalan itu,” tegas Tamlih.

Sebelumnya, Indra Dharma, pemilik akun Facebook “Sun Go Kong” diamankan Kepolisian Sergai atas postingan yang ia lakukan pada 12 Februari 2021 silam.

Kasus itu membuat Acong berurusan dengan hukum. Ia dijerat pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang ujaran kebencian dengan ancaman kurungan penjara 6 tahun.

 

(rms14/JOMSiber)

 

Serdang Bedagai

Karaoke berujung penganiayaan, Polisi ringkus pelaku saat sembunyi

Published

on

Iluistrasi penangkapan

“Ripan, warga Dusun VIII Jalan Merdeka desa Pekan Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai itu mengalami luka pada bagian pelipis,” Kapolsek Tanjungberingin Iptu Tobat Sihombing

Reporter: Rinaldi Nasution

SERDANGBEDAGAI – Polisi Sektor Tanjung Beringin Kepolisian Sergai akhirnya menangkap ROI (50) pelaku penganiayan terhadap Ripan (36), yang sempat  buron, pada Minggu (12/12/2021).

ROI ditangkap,usai dilapor oleh korban ke Polisi atas kasus penganiayaan yang terjadi di warung tuak pada Kamis (19/8/2021) silam.

Korban melapor ke Polisi, setelah dilempar gelas oleh pelaku, saat korban sedang berkaraoke. Setelah kejadian itu ROI menghilang selama 3 bulan.

“ Akhirnya, pelaku ROI ditangkap saat sedang bersembunyi di sebuah Jambur tangkahan milik nelayan,” Kata Kapolres Sergai AKBP Dr Ali Machfud  dilansir Kapolsek Tanjungberingin Iptu Tobat Sihombing  Selasa (1/12/2021).

Pelaku penganiayaan, ROI saat di Mapolsek Taanjung Beringin

Sihombing menegaskan, warga Dusun VIII Jalan Merdeka desa Pekan Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai itu mengalami luka pada bagian pelipis

Kejadian, berawal saat korban datang bersama rekannya ke warung  tuak pada Kamis (19/8/2021) sekira pukul 15.00 WIB hingga pukul.16.WIB. Korban duduk di meja persis didepan pelaku dan memesan tuak 1 teko, dan ber-karaoke.

“ Satu jam korban berkaraoke, pelaku merasa keberatan,” terang Sihombing

Sihombing menambahkan, pelaku mengeluarkan kalimat “”Kau saja yang terus bernyanyi. Saat itu juga korban langsung menjawab” habis satu lagu ini saya kasih sama pak Roi,”

Pelaku terus merepet, dan terus mengeluarkan perkataan “Kau kau saja hingga pelaku melemparkan gelas minuman tuak hingga mengenai pelipis korban.

“ Benar korban luka robek pada bagian pelipis, dan melapor ke Polisi pada Jum,at (20/8/2021),”jelas Kapolsek itu.

Penangkapan pelaku dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Qory O Siregar.

“Informasi  pelaku bersembunyi di Jambur tangkahan milik nelayan, pelaku diamankan di Mapolsek Tanjung Beringin Kepolisian Sergai, untuk pemeriksaan lebih lanjut,’” tegas Sihombing.

 

 

 

Continue Reading

Serdang Bedagai

Bupati Sergai sidak vaksinasi pekerja bangunan, minta Dinkes tuntaskan hingga sore

Published

on

Bupati Sergai H Darma Wijaya minta Dinas kesehatan tuntaskan vaksinasi pekerja

Semua pekerja kita harus divaksin, iya vaksin 1, selanjutnya vaksin ke -2 sesuai jadwal,” | Bupati Sergai, H Darma Wijaya

JONEWS.ID – Bupati Sergai H Darma Wijaya lakukan sidak vaksinasi terhadap puluhan pekerja bangunan, Jum’at (26/11/2021).

Darma sekitar pukul 10.00 WIB, tiba tiba menyambangi puluhan pekerja yang tengah beraktifitas di lokasi pembangunan Gedung Kantor Bupati di Jalan Negara Sei Rampah.

Ia langsung manyapa dan disambut senyuman bersahabat para pekerja. Saat bincang bincang ringan bersama mereka, Darma mengetahui,  95 persen pekerja disana belum divaksin.

Bupati saat sidak status vaksinasi pekerja

Kedatangan Darma sekaligus melihat perkembangan pembangunan Gedung Kantor Bupati yang telah dinanti warga Sergai selama 17 tahun.

Hasil perbincangan disana, Darma mengetahui, keterbatasan waktu menjadi penyebab pekerja belum melakukan vaksinasi.

” Waktu mereka tidak ada, karena hari Minggu mereka terus bekerja mencari uang,  kita jemput bola, semua pekerja harus divaksin.

iya ini vaksin 1, selanjutnya dilakukan vaksin ke -2 sesuai jadwal,”tegas Darma.

Sore ini, Darma memastikan puluhan pekerja rampung divaksin. Ia meminta Dinas Kesehatan mempersiapkan seluruh kelengkapan itu.

” Hari ini semua pekerja harus siap divaksin agar herd Immunity pekerja semakin baik, guna mencegah penyebaran wabah virus corona,” jelasnya.

Darma juga meminta, seluruh pekerja tetap patuh terhadap prokes.

” Ini berlaku bagi seluruh pekerja, pakai masker terapkan 5 M Corona,” pesan Darma Wijaya.

Sidak vaksinasi jemput bola pekerja BupatiDarma Wijaya itu disambut baik Wagiman, Mandor puluhan pekerja disana.

” Terima kasih, atas perhatian Bupati kepada kami, sungguh tidak terduga akhirya kami dapat divaksin,” ungkap Wagiman.

(rms14/JOMS)

Continue Reading

Serdang Bedagai

Pemkab Serdang Bedagai minta masyarakat waspada cuaca ekstrem

Published

on

Longsor terjadi tebing jembatan Sihorbu yang menghubungkan jalan kabupaten di Desa Serbananti dengan Desa Marubun Kecamatan Sipispis, Serdang Bedagai.

JONEWS.ID –  Pemkab Serdang Bedagai, Sumatera Utara, meminta masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang akhir-akhir kerap terjadi, karena dapat menyebabkan terjadinya bencana alam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Serdang Bedagai Akmal di Seirampah, Rabu mengatakan pihaknya meminta masyarakat tetap waspada dengan kemungkinan cuaca ekstrem karena berpotensi terjadinya bencana alam.

Bencana itu, katanya, seperti longsor yang terjadi pada Selasa (16/11) sekira pukul 18.00 WIB, tepatnya di tebing Jembatan Sihorbu yang menghubungkan jalan kabupaten di Desa Serbananti dengan Desa Marubun, Kecamatan Sipispis.

Pihaknya juga menerima laporan jika terjadi longsor di Desa Serbananti, dengan cepat merespons dan tanggap terhadap bencana tersebut.

Menurut informasi dari Camat Sipispis Hidayat Tambunan, longsor itu disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi jalan yang bertebing mengakibatkan rawan longsor.

Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan ke Pemkab Serdang Bedagai dan ditanggapi dengan cepat oleh pemerintah daerah.

“Pagi ini juga Pemkab Serdang Bedagai melalui dinas PUPR sudah berada di lokasi longsor dan telah menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu,” katanya.

Sementara Kadis PUPR Serdang Bedagai Johan Sinaga menuturkan setelah mendapat informasi bahwa ada insiden longsor di Kecamatan Sipispis, pihaknya langsung bergerak cepat untuk menangani masalah itu.

“Dengan dibantu camat, forkopimcam dan masyarakat, saat ini kondisi jalan dan Jembatan Sihorbu sudah kembali normal dan dapat dilalui oleh masyarakat,” katanya.

(sumber: ANTARA SUMUT)

Continue Reading

Trending