Connect with us

Headline

Addendum SE Satgas Covid-19, mudik diperketat H-14 dan H+7 larangan mudik lebaran

Published

on

Ilustrasi Mudik(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

JAKARTA, KOMPAS.com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Addendum itu mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), yakni selama H-14 dan H+7 peniadaan mudik Lebaran.

Sementara itu, seperti dikutip dari laman kompas.com sebagaimana bunyi SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021, larangan mudik Lebaran berlaku pada 6-17 Mei 2021.

“Periode H-14 menjelang masa peniadaan mudik (6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021) yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 22 April 2021 sampai dengan tanggal 5 Mei 2021,” demikian bunyi petikan Addendum SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021.

“Periode H+7 pasca masa peniadaan mudik (6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021) yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021,” bunyi petikan addendum itu lagi.

Dalam addendum disebutkan bahwa kebijakan ini ditempuh lantaran hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan RI menemukan bahwa masih ada masyarakat yang hendak pergi mudik pada rentang waktu H-7 dan H+7 masa larangan mudik.

Oleh karena itu, dilakukan pengetatan perjalanan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pengetatan Aturan

Pengetatan dilakukan dengan mewajibkan pelaku perjalanan transportasi udara, laut, dan penyeberangan laut menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19, serta mengisi e-HAC Indonesia.

Pelaku perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19, tanpa diwajibkan mengisi e-HAC.

Apabila diperlukan, Satgas Penanganan Covid-19 Daerah dapat melakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 terhadap pelaku perjalanan transportasi umum darat.

Sementara itu, pelaku perjalanan transportasi darat pribadi diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area.

Akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Daerah. “Addendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan situasi terakhir di lapangan,” demikian bunyi penutup Addendum SE.

Adapun Addendum SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021 ditetapkan dan ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada 21 April 2021.

 

(kompas.com)

Headline

Danramil 13/TT Dim 0204 DS Kapten Infantri Yudi Chandra Berbagi Takjil Puasa

Published

on

Danramil 13/TT Dim 0204 DS, Kapten Infrantri Yudi Chandra Gurning

“Pembagian takjil puasa ini merupakan wujud kepedulian TNI-AD terhadap masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan,”|  Danramil 13/TT Dim 0204 DS, Kapten Infrantri Yudi Chandra Gurning

TEBINGTINGGI, – Danramil 13 TT Kodim 0204/DS Kapten Infantri Yudi Chandra dan  personil berbagi takjil berbuka puasa di depan kesatuanya, Sabtu  (8/4).

Kapten Yudi memimpin pembagian 100 bungkus takjil bersama belasan anggota TNI kepada pengendara pelintas dan pejalan kaki

” Alhamdulilah, kita dapat berbagi takjil puasa di bulan suci Ramadhan, bulan baik bagi kita semua,” ungkap Yudi

Berbagi takji puasa Ramadhan 1444 Hijriah

Yudi menegaskan pembagian takjil puasa itu merupakan wujud kepedulian TNI-AD terhadap masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar dapat terus menjaga kondusifitas dan meningkatkan kewaspadaan ditengah potensi kerawanan disaat Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.

” Tingkatkan kewaspadaan saat beribadah termasuk mudik lebaran nanti, waspada saat meninggalkan rumah, hindari mengaktifkan alat mudah terbakar,” ajak Yudi.

Continue Reading

Headline

7 Bandara megah di Sumatera Utara, diantaranya peringat 3 besar di Indonesia

Published

on

ilustrasi pixabay/

JONEWS.ID – Bestie, pengen liburan? di Sumatera Utara, ada tujuh bandara lo, Setiap bandara memiliki kelebihan, daya tarik dan keunikannya, yuk simak keistimewaannya.

Kualanamu International Airport

Kualanamu International Airport (KNIA), Bandara ini berada di Kabupaten Deli Serdang, berdekatan dengan kota Medan. Bandara ini merupakan bandara terbesar di Sumatera Utara dengan kapasitas 25 juta penumpang per tahun. Bandara ber-arsitektur modern ini melayani  beberapa maskapai penerbangan komersial  seperti Garuda, Batik AIR, Citylink, Air Asia dan Wings Air.

Silangit International Airport

Bestie pasti tau Danatu Toba, pengen kesana, pasti seru lo, jika pengen ke destinasi wisata danau terbesar itu, bandara Silangit Internasional Airport  di Siborong-borong di Kabupaten Tapanuli Utara bisa kamu pilih.

Tahun 2005 lalu, Bandara ini resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai upaya promosi untuk peningkatkan wisatawan ke Danau Toba dan destinasi di Tapanuli lainnya. Peningkatan fasilitas di Bandara  Silangit International Airport jadi satu satunya bandara kelas 4 setara dengan bandara kelas2 di Indonesia.

Aek Godang Airport

Selain itu, ada juga Aek Godang Airport yang terletak di Kota Padang Sidempuan. Bandara kelas 3 ini biasanya melayani pesawat kecil seperti Pesawat baling-baling ATR 72 sampai 600 milik Wings Air.

Namun, seperti diberitakan Portal Bangkalan.com, kini maskapai Citylink juga telah membuka rute penerbangan di bandara Aek Godang. Bandara ini juga memiliki pendeknya landasan pacu sehingga jumlah penumpang yang dapat diangkut harus lebih sedikit dari kapasitas penumpang di dalam pesawat.

Ferdinand Lumbantobing Airport

Bagi kamu yang berencana untuk berlibur ke Kabupaten Tapanuli Tengah, jangan lewatkan untuk terbang ke Ferdinand Lumbantobing Airport yang cukup bagus. Di sini, kamu bisa memilih berbagai rute penerbangan dengan tujuan Medan, Batam, Jakarta, Gunungsitoli, hingga ke Johor Baru dan Melaka. Beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia, Wings, dan Citilink siap melayani kamu dengan penerbangan yang nyaman.

Yang lebih seru lagi, bandara ini dilengkapi dengan fasilitas terminal yang baru saja ditingkatkan. Jadi, kamu bisa menikmati layanan yang lebih baik dan pastinya bikin liburanmu semakin berkesan.

Sibisa Airport

Kamu ingin berkunjung ke Danau Toba? Gampang banget, terbang saja ke Bandara Sibisa yang berlokasi sangat dekat dengan Kota Parapat. Cukup 10 km saja dari bandara ke kota! Kamu bisa memilih berbagai opsi penerbangan seperti Susi Air, private jet, dan pesawat sejenis ATR untuk mendarat di Bandara Perintis ini.

Yang menarik, Bandara Sibisa akan berbagi peran dengan Bandara Sisingamangaraja 12 dalam hal operasional. Jadi, kamu bisa memilih sesuai kebutuhanmu dan pastinya akan semakin mudah untuk menuju ke Danau Toba.

Binaka Airport

Jangan lupa juga ada Binaka Airport yang menjadi pintu masuk utama melalui udara ke Pulau Nias. Bandara ini melayani penerbangan domestik dengan panjang landasan pacu mencapai 2250 meter dengan lebar 30 meter.

Wah, banyak banget pilihan maskapai yang bisa kamu pilih untuk terbang ke sana! Ada Wings Air, Susi Air, Gatari Air Service, Garuda Indonesia, dan Lion Air. Kamu bisa memilih yang paling cocok dengan kebutuhan dan budgetmu.

Lasondre Airport

Terakhir, ada Lasondre Airport yang disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya pariwisata dan juga sebagai bandara bantuan saat terjadi bencana alam. Jenis pesawat yang bisa mendarat di sini adalah pesawat kecil seperti yang melayani berbagai maskapai seperti Wings Air, Susi Air, Gatari Air Service, Garuda Indonesia, dan Lion Air.

Bestie, yok kunjungi destinasi wisata atau kunjungan ke sanak saudara, maupun rekan bisnis kamu, selamat liburan yaa. Sumber: YouTube DAFTAR FAKTA UNIK Sumber: Portal Bangkalan.Com

Continue Reading

Headline

9 Amalan di Bulan Ramadhan untuk Menambah Pahala

Published

on

Ilustrasi. Amalan di bulan Ramadhan untuk menambah pahala (iStockphoto/RasselOK)

JONEWS – Ramadhan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam. Di bulan suci ini pula banyak orang berlomba-lomba melakukan amalan dengan harapan dapat mendatangkan kebaikan serta pahala dari Allah SWT. Terdapat amalan di bulan Ramadhan yang dapat dilakukan untuk menambah pahala.

Dengan kemuliaan yang dimiliki bulan Ramadhan, Nabi SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan, baik wajib maupun sunnah.

Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (amal sunnah) di dalamnya (Ramadhan) samalah ia dengan orang yang menunaikan suatu ibadah wajib di bulan yang lain.

Dan barang siapa yang menunaikan suatu amalan wajib di dalamnya samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh amalan wajib di bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga.” (HR Ibnu Khuzaimah)

Amalan di Bulan Ramadhan

Ilustrasi. Amalan di bulan Ramadhan untuk menambah pahala (istockphoto/cihatatceken)

Lantas apa saja amalan di bulan Ramadhan yang dapat dilakukan? Berikut ulasannya dirangkum dari buku Panduan Muslim Sehari-hari (2016).

1. Ibadah malam
Melaksanakan ibadah malam seperti sholat tahajud, tadarus Al Quran, berzikir, hingga berdoa di bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan.

Hadis riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW berkata: “Barang siapa bangun (mengerjakan qiyamul lail) di bulan Ramadhan dengan dasar iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni oleh Allah SWT.” (HR Bukhari & Muslim)

2. Sedekah
Orang yang berpuasa hendaknya memperbanyak sedekah kepada sesama, terutama sedekah makanan atau minuman untuk berbuka puasa, seperti dilansir dari NU Online.

Orang yang memberi makanan atau minuman untuk orang yang berpuasa akan mendapat pahala yang setimpal dengan pahala puasa orang yang disedekahi.

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

Artinya: Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi, dari Abu Hurairah)

3. Membaca Al Quran
Amalan di bulan Ramadhan berikutnya adalah membaca Al Quran. Alangkah lebih baik apabila dapat mengkhatamkan Al Quran dalam satu bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW berkata kepada Abdullah bin Amru: “Bacalah (khatamkanlah) Al Quran sekali dalam sebulan.” (HR Bukhari).

4. Mendirikan sholat tarawih
Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan, momen ini dapat dimanfaatkan untuk banyak beribadah seperti mendirikan sholat tarawih.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya)

5. Iktikaf di masjid
Iktikaf adalah berada di masjid dalam beberapa waktu sebagai suatu ibadah sebagai upaya untuk menjauhkan pikiran dari keduniaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda: “Rasul SAW dahulu setiap bulan puasa beriktikaf selama sepuluh hari dan pada tahun di mana beliau meninggal, beliau beriktikaf di bulan Ramadhan selama dua puluh hari.” (HR Bukhari & Abu Daud)

6. Berdoa saat berbuka puasa
Selanjutnya adalah membaca doa saat berbuka puasa. Abdullah bin Amr bin Ash berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka, doa yang tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah).

7. Beribadah di malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang mulia dibandingkan malam lainnya dan sering disebut sebagai malam seribu bulan.

Amalan yang dapat dilakukan menyambut Lailatul Qadar di antaranya iktikaf, membaca doa, mendirikan sholat, membaca sholawat nabi, membaca Al Quran, dan memperbanyak zikir.

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW menuturkan, “Barang siapa yang bangun di malam Lailatul Qadar dengan iman dan harapan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lampau.” (HR Bukhari Muslim)

8. Menjaga ucapan
Menjaga ucapan juga termasuk amalan yang perlu dilakukan di bulan Ramadhan. jagalah ucapan dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat, terlebih jika dapat mengurangi pahala puasa dan menimbulkan dosa.

9. Mengucapkan tasbih, tahmid, dan takbir
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang bertasbih kepada Allah sebanyak 33 kali, bertahmid kepada Allah sebanyak 33 kali, dan bertakbir kepada Allah sebanyak 33 kali; maka semuanya berjumlah 99.”

Lalu beliau berkata lagi, “Dan ke-100 nya mengucapkan, “Laa ilaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahu al-mulku wa lahu al- hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir (Tiada sesembahan melainkan Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kekuasaan dan puji-pujian; dan Dia adalah Dzat yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu)”, maka diampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih yang ada di lautan.” (HR Muslim, Abu Dawud & Ahmad)

Itulah sejumlah amalan di bulan Ramadhan yang dapat dilakukan untuk menambah pahala. Selamat berpuasa.
(juh) /sumber: CNN Indonesia

Continue Reading

Trending