Connect with us

Pendidikan

Pancasila dan Bahasa Indonesia raib, P2G: Ada keteledoran Tim Penyusun

Published

on

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyayangkan hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Diduga karena keteledoran tim penyusun.

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan pihaknya memang mendorong agar ada program dan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), seperti penyederhanaan kurikulum yang mengubah beberapa nomenklatur teknis. Salah satunya, perlu adanya payung hukum atas kebijakan mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Nasional (AN)

Perhimpunan Guru menilai PP tersebut telah memuat jelas mengenai nomenklatur AN dan kerangka dasar kurikulum.

“Namun, yang disayangkan adalah dalam Pasal 40 (angka 3) tidak lagi memuat Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran atau mata kuliah wajib khususnya di perguruan tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dilansir oleh SINDOnews, Jumat (16/4).

Pada Pasal 35 Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi termuat jelas mengenai mata kuliah yang harus ada, antara lain, agama, Pancasila, kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia.

“Kami menduga hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia ini merupakan kesalahan tim penyusun, baik secara prosedural, formal, maupun substansial,” ucap Satriwan.

Istilah Pancasila dan Bahasa Indonesia juga seolah-olah hilang dalam struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Dalam PP SNP tersebut hanya ditulis pendidikan kewarganegaraan dan bahasa saja.

Pengurus P2G lainnya, Fauzi Abdilah mengatakan pada pasal 37 UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional juga hanya memuat nomenklatur pendidikan kewarganegaran (tanpa Pancasila) dan bahasa (tanpa Indonesia).

Akan tetapi, dalam struktur dan implementasi kurikulum di pendidikan dasar dan menengah, mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sudah diubah menjadi Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Inilah yang termuat dalam struktur kurikulum 2013 di sekolah/madrasah.

Fauzi menerangkan Kemendikbud dan Kementerian Agama (Kemenag) dapat memilih dua opsi mengenai pendidikan Pancasila ini.

Pertama, pendidikan Pancasila secara esensial termuat dalam struktur mata pelajaran PPKN. Secara filosofis dan pedagogis cukup terang bahwa pendidikan kewarganegaraan (civic education) di Indonesia berdasarkan dasar negara Pancasila. Bukan ideologi lain.

Kedua, pendidikan Pancasila dijadikan mata pelajaran yang berdiri sendiri. Artinya, Pancasila terpisah dari PPKN. Konsekuensinya, akan menambah beban mata pelajaran baru bagi siswa di setiap jenjang sekolah.

Dampak positifnya, akan menambah jam pelajaran bagi guru dan menguatnya nilai-nilai Pancasila di sekolah. Dengan demikian, proses ideologisasi Pancasila di sekolah lebih terarah dan otonom.

Namun, ideologisasi melalui mata pelajaran berpotensi mengembalikan memori kurikulum sekolah di zaman orde baru.

Fauzi menegaskan secara prinsipil, P2G mendukung penguatan materi dan muatan pendidikan Pancasila, baik di jenjang sekolah dasar, menengah, maupun tinggi.

Ini untuk membendung makin kuatnya potensi ancaman terhadap negara dan integrasi nasional, baik bersifat ideologis dan politis, seperti pemahaman radikalisme, ekstrimisme, terorisme, dan yang bersifat ekonomi, sosiologi, dan teknologi.

 

(mpw/sindonews.com)

Pendidikan

75.362 Siswa Lolos SPAN PTKIN 2023, Simak 10 Kampus Paling Diminati di Indonesia

Published

on

UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta

JAKARTA – Secara resmi, 75.362 orang peserta lolos dari hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Senin (3/4). Tahun 2023 ini, terdapat 10 kampus yang paling  diminati dan dipilih siswa di SPAN PTKIN 2023.

Kemenag Imam Taufil mengungkap hal itu pada Selasa (4/4) seperti dilansir dari detik.com. Secara keseluruhan kata Imam, siswa lolos berhak kuliah disejumlah PTKIN yang dipilih.

Selain itu, Imam Taufiq menuturkan bahwa jumlah peserta yang lolos pada SPAN PTKIN tahun 2023 lebih banyak dibandingkan tahun 2022.

“Jumlah peserta yang lolos seleksi tahun ini lebih banyak dibanding pada SPAN PTKIN 2022. Saat itu, ada 73.944 siswa yang dinyatakan lulus seleksi SPAN-PTKIN,” tuturnya.

Baca juga:Virtual Lounching MCP KPK RI, Program Perbaikan Tata Kelola Pemda Se-Indonesia

Imam mengingatkan kepada peserta yang lolos untuk tidak lupa melakukan daftar ulang. Adapun prosedur daftar ditetapkan oleh masing-masing PTKIN. Selain itu, peserta yang lolos bisa memanfaatkan skema beasiswa yang ada di PTKIN.

“Kami sampaikan selamat kepada yang lulus, dan segeralah melakukan registrasi ke kampus masing-masing, dengan memanfaatkan skema beasiswa secara kompetitif yang diatur oleh masing-masing kampus PTKIN. Beasiswa itu di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang bekerja sama dengan LPDP, Beasiswa Baznas, dan lainnya,” tutur Imam.

Imam menyarankan kepada siswa yang belum lolos SPAN PTKIN 2023 untuk mencoba jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

“Bagi peserta yang belum lolos SPAN-PTKIN, kesempatan kuliah masih ada melalui jalur UM-PTKIN. Pendaftarannya akan dibuka pada 10 April sampai 15 Mei 2023,” jelasnya.

10 Kampus Peminat Terbanyak di SPAN PTKIN 2023

• UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta : 66.073 peminat

• UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : 61.711 peminat

• UIN Sunan Gunung Djati Bandung : 60.643 peminat

• UIN Walisongo Semarang : 40.080 peminat

• UIN Imam Bonjol Padang : 38.531 peminat

• UIN SUnan Ampel Surabaya : 29.466 peminat

• UIN Maulana Malik Ibrahim Malang : 29.466 peminat

• UIN Alauddin Makassar : 27.781 peminat

• UIN Sumatera Utara Medan : 24.692 peminat

• UIN Raden Intan Lampung : 22.273 peminat

10 Kampus Pendaftar Pilihan I Terbanyak di SPAN PTKIN 2023

• UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : 16.328 pendaftar pilihan 1

• UIN Sunan Gunung Djati Bandung : 15.412pendaftar pilihan 1

• UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta : 13.809 pendaftar pilihan 1

• UIN Imam Bonjol Padang : 10.044 pendaftar pilihan 1

• UIN Alauddin Makassar : 9.242 pendaftar pilihan 1

• UIN Walisongo Semarang : 8.820 pendaftar pilihan 1

• UIN Sunan Ampel Surabaya : 8.215 pendaftar pilihan 1

• UIN Sumatera Utara Medan : 7.557 pendaftar pilihan 1

• UIN Raden Intan Lampung : 6.765 pendaftar pilihan 1

• UIN Raden Mas Said Surakarta : 5.380 pendaftar pilihan 1

Bagi yang belum lolos SPAN PTKIN, semangat mempersiapkan diri di seleksi UM-PTKIN 2023 dan jalur masuk perguruan tinggi lainnya, ya! (Sumber: detik.com)

Continue Reading

Pendidikan

Polbangtan Medan siapkan petani milenial berkualitas

Published

on

Sejumlah mahasiswa Polbangtanb Medan yang melakukan magang

JONEWS.ID – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, menyiapkan lulusan berkualitas yang diharapkan mampu memberikan inovasi dalam bidang pertanian.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini di Medan, Jumat (12/11), mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk melahirkan lulusan berkualitas adalah dengan mengirimkan mahasiswa mengikuti magang di perusahaan perkebunan ternama.

Saat ini 68 orang mahasiswa Polbangtan Medan sedang melaksanakan magang di sejumlah perusahaan perkebunan terkemuka seperti PT. Perkebunan Nusantara III, Bridgestone Sumatra Rubber Estate, PT. Socfin Indonesia, PT. London Sumatera, Asian Agri Group, PT. Langkat Nusantara Kepong, PT. Abdi Budi Mulya, PT. Buana Estate dan PT. Umada.

“Kegiatan magang dilaksanakan selama empat bulan dari November 2021 hingga Maret 2022,” katanya.

Selama menjalani kegiatan magang, mahasiswa diberikan tugas sesuai dengan mata kuliah yang dipelajari selama semester tujuh, seperti praktik analisis usaha kebun, praktik manajemen mutu, praktik pengelolaan limbah perkebunan, praktik wawasan bisnis dan praktek kepemimpinan organisasi.

Selain menjalin hubungan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, tujuan magang juga meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa guna mendukung lulusan sebagai asisten kebun yang handal, profesional dan berdaya saing.

“Magang juga dapat menambah dan memperkaya wawasan dan kompetensi mahasiswa untuk persiapan dalam memasuki dunia kerja sebagai upaya mencetak SDM yang unggul guna menjawab tantangan SDM di masa yang akan datang,” katanya.

Sesuai kurikulum, lanjut dia, Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan (TPTP), mewajibkan mahasiswa untuk melaksanakan magang atau praktik lapang ke lokasi dunia usaha dan dunia industri yang bekerjasama dengan Polbangtan Medan.

Saat magang, mahasiswa ikut andil dalam melaksanakan kegiatan yang berlangsung di perusahaan tersebut khususnya di lokasi perkebunan.

“Peserta magang dinyatakan selesai mengikuti pemagangan setelah menyelesaikan pekerjaan sesuai jangka waktu yang telah ditentukan dan diberikan sertifikat industri sesuai dengan jenis kegiatan pekerjaannya,” katanya.

(sumber: ANTARA SUMUT)

Continue Reading

Pendidikan

USU peringkat 19 universitas terbaik di Indonesia

Published

on

JONEWS.ID – Universitas Sumatera Utara (USU) menduduki peringkat ke 19 sebagai universitas terbaik di Indonesia berdasarkan data yang dirilis Quacquarelli Symonds Asia University Rangkings (QS AUR) 2022.Sementara di Asia, USU menjadi yang terbaik di peringkat 501-550 dari 687 institusi pendidikan yang dinilai.

Rektor USU Dr Muryanto Amin, di Medan, Senin, mengatakan untuk memantapkan program internasionalisasi USU telah melakukan pemetaan keunggulan universitas.

Ia menyebutkan, ada lima keunggulan USU yang bisa dijadikan modal untuk memperbaiki peringkat USU ke depan, yaitu keunggulan di bidang Agricultural and Biological Sciences, Business, Management, and Accounting, Environmental Science, Biochemistry, Genetics, and Molecular Biology dan Eart and Planetary Sciences.

Keunggulan USU pada bidang tersebut didasari pada jumlah situasi dan jurnal ilmiah yang banyak dirujuk oleh peneliti lainnya.Bidang Agricultural and Biological Sciences misalnya meraih rangking 445 di World rangking, peringkat 1333 di Asian rangking dan peringkat satu di Indonesian rangking.

“Dengan pemetaan yang kita lakukan, maka kita bisa dapat fokus meningkatkan bidang apa yang menjadi prioritas kita ke depan.Kita akan dorong sehingga keunggulan itu menjadi ciri khas USU dalam menapaki internasionalisasi,” katanya.

Rektor mengatakan, terkait capaian USU di QS AUR 2022, hal itu bisa jadi momentum untuk terus meningkatkan kinerja khususnya peningkatan pada indikator-indikator penilaian dalam pemeringkatan internasional.

“Program internasionalisasi ini setiap tahun akan menjadi perhatian universitas untuk terus dioptimalkan dan disosialisasikan sehingga target internasionalisasi sesuai Renstra USU pada 20225 dapat tercapai,” jelasnya.

(sumber: ANTARA SUMUT)

Continue Reading

Trending