Connect with us

Bisnis

THR pekerja wajib dibayar penuh, DPRD Riau: Covid-19 bukan alasan

Published

on

Tunjangan hari raya. - Ilustrasi

PEKANBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menyatakan Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan wajib dibayarkan penuh jelang Lebaran.

Ketua Komisi V DPRD Riau, Eddy Moh Yatim mengatakan hal tersebut terkait dengan adanya ketentuan pemberian THR yang sudah termuat dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

“Ini amanat dari regulasi dan harus dipenuhi oleh para pengusaha kepada karyawannya. Karyawan itu kan aset, iya kita paham kondisi Covid-19, semua sendi ekonomi melemah. Tapi ini kan baru terjadi setahun dua tahun ini, sebelumnya kan usaha mereka normal saja,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (16/4/2021) dikutip dari Bisnis.com.

Berdasarkan hal tersebut, menurutnya sangat layak apabila perusahaan memberi balas jasa yang layak. Pemberian THR, lanjut Eddy merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan memberi stimulus ekonomi yang lebih luas.

“Karena ini merupakan aset besar kita perusahaan dahulukan lah mereka untuk membantu kehidupan mereka. Ini kita ingatkan kepada teman-teman yang bergerak di bidang bisnis, jasa, dimanapun,” ujar Eddy.

Sebelumnya, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Riau Juandy Hutahuruk meminta para pengusaha untuk bisa memenuhi kewajiban membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya.

THR, lanjut Juandy, secara tegas sudah diatur oleh pemerintah dalam berbagai aturan tertulis, dimana buruh yang bekerja diatas 1 bulan wajib dibayarkan THR-nya 1 bulan gaji, sedangkan yang dibawah 1 tahun dihitung proporsional.

Diakui Juandy, saat ini dunia usaha memang sedang terdampak Covid-19, namun hal itu jangan dijadikan alasan bagi pengusaha untuk menghindari kewajiban pembayaran THR.

“Memang ada dampak karena Covid-19 ini. Tapi dampak itu tidak ada di sektor perkebunan dan Migas, kami harapkan pengusaha di dua sektor ini tidak menjadikan Covid-19 sebagai alasan. Kami saat ini sedang membangun komunikasi dengan dua sektor tersebut,” ujarnya.

(bisnis.com)

Bisnis

Simak harga emas 19 Maret 2022 di Pegadaian hari ini

Published

on

Petugas menunjukkan koleksi lempengan emas di Pegadaian, Jakarta, Selasa (18/5/2021). Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada 17 Mei 2021 berada di posisi lebih tinggi dibanding hari sebelumnya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

JAKARTA – Harga emas yang dijual PT Pegadaian (persero) bergerak beragam pada hari ini, Sabtu 19 Maret 2022. Harga emas yang berubah antara lain Emas Antam dan Emas Batik kompak naik, sedangkan emas UBS dan Retro turun.

Melansir laman resmi Pegadaian, Sabtu (19/3/2022), harga emas Pegadaian 24 karat Antam ukuran 0,5 gram dijual Rp 567.000 gram. Sementara, harga emas Antam Retro 0,5 gram di jual Rp 530.000, lebih murah jika dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Dilansir dari liputan6.com, produk emas antam dan UBS selain ada di pegadaian, juga tersedia di toko emas, butik masing-masing perusahaan. Dijual secara online maupun offline.

Harga emas Pegadaian selalu berubah mengekor gerak harga pasar emas dunia dan lokal. Rincian harga Emas 24 karat di pegadaian bisa di lihat melalui situs resmi https://www.pegadaian.co.id/harga.

Berikut rincian harga emas di Pegadaian pada 19 Maret 2022 :

Harga Emas Antam

– 0,5 gram = Rp 567.000

– 1 gram = Rp 1.031.000

– 2 gram = Rp 1.998.000

– 3 gram = Rp 2.970.000

– 5 gram = Rp 4.915.000

– 10 gram = Rp 9.772.000

– 25 gram = Rp 24.297.000

– 50 gram = Rp 48.512.000

– 100 gram = Rp 96.941.000

– 250 gram = Rp 242.076.000

– 500 gram = Rp 483.932.000

– 1000 gram = Rp 967.821.000.

 

Harga Emas Antam Batik

– 0,5 gram = Rp 640.000

– 1 gram = Rp 1.186.000

– 8 gram = Rp 8.986.000.

 

Harga Emas Antam Retro

– 0,5 gram = Rp 530.000

– 1 gram = Rp 994.000

– 2 gram = Rp 1.967.000

– 3 gram = Rp 2.922.000

– 5 gram = Rp 4.856.000

– 10 gram = Rp 9.650.000

– 25 gram = Rp 23.988.000

– 50 gram = Rp 47.888.000

– 100 gram = Rp 95.690.000.

 

Harga Emas UBS

– 0,5 gram = Rp 533.000

– 1 gram = Rp 999.000

– 2 gram = Rp 1.981.000

– 5 gram = Rp 4.894.000

– 10 gram = Rp 9.735.000

– 25 gram = Rp 24.287.000

– 50 gram = Rp 48.474.000

– 100 gram = Rp 96.908.000

– 250 gram = Rp 242.198.000

– 500 gram = Rp 483.825.000

– 1000 gram = Rp 966.603.000.

 

(sumber:liputan6.com)

 

Continue Reading

Bisnis

Pemerintah mau belajar dari Thailand datangkan Turis tanpa Karantina

Published

on

Pemerintah ingin belajar dari Thailand soal bagaimana cara mendatangkan turis tanpa harus melakukan karantina sebagaimana dilakukan oleh Thailand.

JONEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia ingin belajar dari Thailand yang tak lagi mewajibkan karantina dalam rangka mencegah penularan covid-19 kepada turis yang sudah divaksin.

Kebijakan bebas karantina itu berlaku bagi turis yang mengunjungi Phuket, salah satu destinasi wisata andalan Thailand.

Ia mengatakan kebijakan itu diketahui langsung dari Perdana Menteri Thailand Prayut Chan o-cha saat perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (KTT IMT-GT) ke-13 yang baru saja digelar secara virtual pada hari ini. KTT tersebut turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Thailand sudah buat regulatory sandbox bahwa vaksin travel yang pergi ke Phuket itu tidak dikarantina. Itu sudah berlaku sejak Juni 2021,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers KTT IMT-GT, Kamis (28/10).

Dari kebijakan itu, sambungnya, jumlah turis di Thailand mulai meningkat usai jatuh akibat pembatasan mobilisasi dan aktivitas yang sempat diberlakukan. Begitu pula dengan nilai devisa dan penghasilan masyarakat sekitar.

“Tentu kita bisa belajar dari apa yang dilakukan Thailand dan kita sudah mulai buka Kepulauan Riau dan Bali. Tapi saat ini kita masih memberlakukan karantina dan PCR, serta kita belum bedakan berbasis vaksinasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Airlangga mengatakan hasil KTT IMT-GT turut menginginkan agar para negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dapat segera membahas kebijakan travel bubble dan vaccinated travel lane bagi turis antar kawasan.

“Ini bisa menjadi suatu standar baru, norma baru yang dianggap bisa untuk pemulihan pariwisata. Jadi travel bubble dan vaccinated travel lane ini bisa menjadi hal yang dibahas di level ASEAN,” tuturnya.

Menurutnya, pembahasan dua kebijakan ini sangat perlu karena jumlah kunjungan turis antar sesama negara ASEAN ‘terjun payung’ akibat pandemi covid-19. Di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand saja misalnya, tercatat jumlah turis anjlok dari 42,7 juta orang pada 2019 menjadi 8,2 juta orang pada 2020.

Sementara tingkat pengangguran meningkat dari 4,2 persen menjadi 5 persen pada periode yang sama. Peningkatan ini salah satunya berasal dari pekerja di sektor pariwisata yang banyak kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

(sumber: CNN Indonesia)

Continue Reading

Bisnis

Simak ya! ini tips investasi Properti bagi pemula

Published

on

Investasi properti merupakan salah satu jenis investasi yang populer di kalangan anak muda dan juga cukup menjanjikan. Pasalnya, berinvestasi properti membuat Anda dengan mudah memperoleh penghasilan pasif. Foto/Dok

JONEWS.ID – Investasi properti merupakan salah satu jenis investasi yang populer di kalangan anak muda dan juga cukup menjanjikan. Pasalnya, berinvestasi properti membuat Anda dengan mudah memperoleh penghasilan pasif.

Di tengah pandemi Covid-19, berinvestasi bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatur keuangan. Namun, banyak yang merasa bahwa berinvestasi terlihat sangat rumit dan sulit untuk dipahami terutama bagi pemula.

Pada umumnya seorang pemula pasti memiliki kendala untuk memulai berinvestasi. Misalnya, bingung harus memulai dari mana, hingga sulit memilih produk investasi.

Berikut beberapa hal yang harus dicermati sebelum memulai investasi properti. Dikutip dari Knight Frank, setidaknya ada lima tips investasi properti bagi pemula:

 1.Menyesuaikan dengan Kondisi Finansial

Kondisi keuangan pribadi menjadi sangat penting sebelum berinvestasi. Meminjam dana bukan berarti hal yang buruk, namun harus diusahakan agar dana tersebut dapat dibayarkan sesuai dengan ketentuan hari yang ditetapkan.

Biasanya investor harus memiliki pemasukan rutin setiap bulannya dan juga jangan lupa bahwa dana yang dipinjam tidak boleh melebihi jumlah dana yang telah dimiliki sebelumnya. Dana untuk investasi properti umumnya berupa biaya tanda jadi, uang muka, dan biaya angsuran.

2. Tentukan Tujuan Berinvestasi

Tentukan tujuan berinvestasi agar tidak salah mengambil Langkah. Misalnya untuk mencapai hasil dari investasi dalam jangka waktu yang cepat, sebaiknya berinvestasi pada properti yang dekat dengan daerah yang telah berkembang sehingga tercapainya hasil investasi lebih cepat digapai.

3. Cek Harga Pasar

Lakukan banyak riset sebelum investasi properti . Hal ini agar kita bisa mendapat keuntungan sebesar-besarnya dengan modal seminimal mungkin. Lakukan riset baik secara online maupun turun ke lapangan. Dengan beberapa pembanding, kita dapat memilih properti dengan harga yang terbaik yang bisa didapatkan.

4. Dokumen Terkait Properti

Cek pula kelengkapan dokumen terkait properti sebelum berinvestasi. Jangan sampai objek investasi berupa properti yang bermasalah, misalnya dokumen yang tidak lengkap atau properti berupa tanah sengketa.

5. Cek Hal Lainnya Terkait Investasi Properti

Hal-hal lainnya misalnya saja waktu serah terima dan pengembang yang terpercaya dalam proses investasi. Jangan sampai dirugikan oleh pengembang atau waktu serah terima tidak sesuai dengan informasi di awal. Hal ini dapat berakibat pada hasil investasi di kemudian hari.

 

(sumber:SINDONEWS..com

Continue Reading

Trending