Connect with us

Otomotif

Yamaha MT-09 2021 Resmi Mengaspal, Mesin Baru Makin Joss

Published

on

Yamaha MT-09 2021. Foto: Yamaha

jonews.id – Yamaha meluncurkan naked big bike Yamaha MT-09 terbaru dengan peningkatan di sejumlah sektor, tidak hanya tampilan tetapi juga performa.

Bicara tampilan, MT-09 baru jelas membawa karakter kuat sebagai motor jalanan. Karakter itu bisa dilihat dari lampu depan bulat sekilas mirip dari desain MT-03. Namun, berukuran lebih besar.

Lampunya sendiri sudah proyektor LED yang diapit oleh DRL LED berbentuk garis membingkai pod lampu utama.

Kemudian tangki bensin ditempatkan lebih tinggi di sasis yang memperlihatkan rangka berwarna gelap. Komponen lain juga didesain ulang termasuk rangka alumunium, rangka radiator, lengan ayun dan pelat pelindung kaki.

Begitu juga dengan sistem pembuangannya model underbelly. Pelek model palang ganda berukuran 17 inci dibalut ban ukuran 120/70 untuk depan dan belakang 180/55. Bobotnya dibuat lebih ringan.

Menunjang kenyamanan berkendara, penggunaan suspensi berdiameter 41 mm, preload adjuster lansiran KYB bisa bermain 130 mm.

Termasuk monoshock untuk redaman roda belakang, dapat disesuaikan selera penunggangnya berkat jarak main 122 mm.

Rem depan andalkan rem cakram ganda berukuran 298 mm dan satu cakram belakang ukuran 245 mm, tentunya sudah disokong ABS di depan dan belakang, ya Sob.

Dimensinya juga alami ubahan, MT-09 kini memiliki jarak sumbu roda lebih pendek 56,3 inci yang sebelumnya 56,7 inci.

Berkat postur berubah, membuat bobot motor ini lebih ringan dengan total 189 kg alias lebih ringan 3,6 kg. MT-09 baru mendapat peningkatan di dapur tenaga, mesin direvisi teritama memperbesar kapasitas menjadi 889 cc dari sebelumnya 847 cc.

Mesin baru mampu menghasilkan tenaga 117 dk pada 10.000 rpm dengan torsi 93 Nm pada 7.000 rpm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan dengan multiplate assist dan slipper clutch dan sudah Quickshifter.

Peningkatan kapasitas mesin dan tenaga ini berkat langkah kerjanya lebih panjang yaitu 62,1 mm. Dan mesin ini sudah menemuhi standar Euro 5.

Selain itu, motor ini mendapatkan fitur Yamaha Chip Controlled Throtthle (YCC-T) dan Accelerator Position Sensor Grip (APSG) mirip kepunyaan Yamaha R1 namun sudah disesuaikan lagi untuk MT-09.

Yamaha klaim, MT-09 terbaru ini merupakan motor sport naked pertama yang memiliki fitur IMU 6-axis. Berksinambungan ke Traction Control System (TCS), Slide Control System (SCS), dan LIFt Control System (LIF) agar ban depan tak terangkat serta ada Brake Control (BC).

Di bagian instrumen kluster sudah full TFT display berukuran 3,5 inci yang dapat menampilkan beberapa informasi.

Yamaha MT-09 2021 ini hadir dalam 3 pilihan warna yaitu Storm Fluo, Icon Blue dan Tech Black. Di pasar Amerika, MT-09 baru dibanderol US$9.399 atau setara Rp 138 jutaan. (rdo/jpnn)

 

Otomotif

Wuih, harga motor MotoGP nyaris tembus Rp 70 ,miliar per unit

Published

on

Aksi pembalap Repsol Honda, Marc Marquez pada sesi latihan bebas MotoGP Mandalika 2022, Jumat (18/3/2022). (AFP/Bay Ismoyo)

JAKARTA  – MotoGP kembali ke Indonesia setelah 25 tahun. Sirkuit Mandalika akan menjadi arena pertarungan jago balap MotoGP memperebutkan podium juara.

Sebelum MotoGP Mandalika, pentas adu cepat kuda besi ini terakhir kali berlangsung di Indonesia pada tahun 1998. Tak heran, kembalinya ajang balap motor bergengsi itu ke Tanah Air langsung mendapat sambutan meriah.

Namun, apakah kamu tahu berapa harga motor balap di kelas MotoGP?

Dikutip dari halaman The Race, Sabtu (19/3/2022), harga sebuah unit motor balap di kelas MotoGP dibanderol sekitar 2 hingga 4 juta euro atau setara Rp 34,8 miliar hingga Rp 69,6 miliar.

Tentunya ada harga ada kualitas, harga tersebut ditentukan oleh paket spesifikasi seperti mesin, sasis, suspensi, hingga perangkat pengereman dan elektronik dari sebuah manufaktur.

Masing-masing komponen motor tersebut memiliki biaya pembuatan, termasuk juga penelitian dan pengembangan untuk mencapai performa yang diinginkan.

Tak hanya itu, harga motor MotoGP yang fantastis dikarenakan keistimewaan komponen di dalamnya. Melansir Box Repsol, komponen-komponen tersebut terdiri dari dapur pacu hingga kaki-kaki. Artinya, sangat wajar jika motor sekelas MotoGP dibanderol dengan harga yang mahal.

Selanjutnya, bagian dapur pacu, harga mesin motor MotoGP kelas atas biasanya berkisar 250 ribu euro atau sekitar Rp 4,1 miliar, belum termasuk dengan biaya perbaikan jika ada kerusakan pada mesinnya.

Pembalap Repsol Honda asal Spanyol Marc Marquez mengendarai sepeda motornya dari garasi saat sesi latihan bebas pertama di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/3/2022). (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Kemudian, komponen elektronik yang menunjang kinerja mesin seperti sensor, kabel, dan panelnya bisa mencapai 100 ribu euro atau setara dengan Rp 1,6 miliar. Box Repsol menegaskan, tidak ada komponen yang harganya dibawah seribu euro.

Lalu, di bagian kaki-kaki, motor MotoGP biasanya berkiblat pada standar yang sudah ditentukan oleh Federasi Motor Internasional (FIM). Pada bagian rem yang bisa tembus di angka 70 ribu euro atau setara dengan Rp 1,1 miliar, tentunya harga ini belum termasuk dengan pajak, luar biasa.

Dilansir dari liputan6.com , harga rem tersebut sudah sepaket dengan tiga pasang kaliper, tiga silinder, 10 cakram karbon dan 28 bantalan yang akan menunjang kaki-kaki motor MotoGP.

Tak ketinggalan, instrumen penting lainnya yaitu Ban motor MotoGP juga dibanderol sangat mahal. Pasalnya, setiap motor MotoGP memiliki ban khusus yang berbeda tiap sirkuit.

Michelin adalah sebuah produsen ban multinasional, diketahui sebagai penyuplai tunggal ban motor MotoGP. Dimana pihaknya harus menyiapkan 1,2 juta Euro yang setara dengan Rp 19,4 miliar. (sumber: liputan6.com)

Continue Reading

Otomotif

Waspada Blind Spot saat berkendara, Begini cara mengantisipasinya

Published

on

JONEWS.ID – Berkendara di jalan raya tentu saja membutuhkan fokus dan juga kewaspadaan terhadap sekitar. Karena saat berada di jalan, tidak hanya berkendara sendiri, melainkan ada banyak kendaraan berbagai ukuran dalam satu lajur jalan. Dalam mengendarai kendaraan, tentu saja kita menjumpai keadaan atau area yang tidak terlihat pada saat posisi berkendara atau yang disebut dengan blind Spot.

Sebisa mungkin pengendara menghindari area blind spot saat berkendara guna mencegah adanya kendaraan lain yang tidak terlihat. Sebab, kondisi tersebut berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas karena pengemudi tidak mengetahui keberadaan kendaraan lain.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seorang pengendara untuk meminimalisir titik buta pada kendaraannya.

Ilustrasi pilar blind spot

“Untuk meminimalisir bisa memaksimalkan area pandang pada spion, jadi atur spion semaksimal mungkin sebelum jalan,” kata Marcell kepada Kompas.com belum lama ini. Selain itu, pengemudi juga dapat menambahkan piranti lain seperti blind spot mirror yang dapat mengurangi blind spot pada saat mengemudi. Perangkat ini bisa meminimalisir area blind spot yang tidak bisa terpantau oleh pengendara saat berkendara di jalan raya.

“Bisa menggunakan blind spot mirror atau menambahkan blind spot detection system,” katanya. Cara lainnya yakni dengan memperhatikan jalur yang aman sebelum memutuskan untuk berpindah jalur atau mendahului kendaraan di depan. “Jangan lupa untuk menengok terlebih dahulu sebelum berpindah jalur, karena bisa saja ada mobil yang terjebak di blind spot kita,” kata dia.

Ilustrasi zona blind spot

Selanjutnya, langkah yang terakhir untuk mencegah blind spot bisa juga dengan mencondongkan badan sebelum berbelok.

“Condongkan badan ke kiri saat akan berbelok ke kanan, ini untuk meminimalisir blind spot dari pilar A kendaraan sebelah kanan,” ucapnya. Dengan menerapkan beberapa langkah tersebut maka area blind spot saat mengendarai kendaraan pribadi juga bisa diminimalisir.

(sumber: KOMPAS.com)

Continue Reading

Otomotif

Generasi baru HR-V resmi dipasarkan, lengkap dengan pilihan Hybrid

Published

on

Honda Vezel/HRV e:HEV Z (foto: www.honda.co.jp)

JAKARTA – Mengambil konsep “Amp Up Your Life”, Honda akhirnya resmi memasarkan generasi baru Vezel untuk pasar Jepang.

Dikutip dari kompas.com, mobil bergenre SUV compact yang akrab dikenal dengan nama Honda HR-V di Indonesia itu, datang dengan banyak pembaruan baik dari sisi desain, fitur, sampai interiornya.

Menariknya lagi, HR-V terbaru kini juga ditawarkan dengan versi hybrid yang merupakan kolaborasi mesin bensin dan motor listrik bernama e:HEV.

“Pada model e:HEV kami bertujuan menghasilkan pengendaraan bertenaga yang cocok untuk SUV, dengan meningkatkan jumlah sel baterai dan meningkatkan output motor,” tulis Honda dalam keterengan resmi Honda.co.jp, Jumat (23/4/2021).

Secara tenaga, HR-V e:HEV memiliki motor listrik dengan tenaga 131 Ps atau setara 129,2 tk dan torsi 253 Nm.

Motor listrik tersebut disingkronkan dengan mesin 1.500 cc bertenaga 106 PS atau 104 tk dan torsi 127 Nm.

Tak hanya itu, Honda juga menyajikan model HR-V hybrid dengan tiga varian, yakni e:HEV X, e:HEV Z, dan e HEV PLaY.

Bahkan ada pilihan penggerak empat rodanya. Sementara untuk bensin, disokong mesin 1.500 cc DIHC i-VTEC yang mampu menyuplai tenaga 11t,3 tk serta torsi maksimal sebesar 142 Nm pada putaran mesin 4.300 rpm.

Bicara soal desain, HR-V generasi baru hadir melalui konsep eksterior Sleek & Long Cabin yang digunakan untuk memberikan efek tampilan lebih segar dengan kemasan lebih padat.

Ragam fitur kekinian juga turut disematkan, salah satunya teknokogi keselmatan Honda Sensing.

ementara untuk itu Honda Connect juga sudah tersemat yang menjadi perangkat standar.

Masih ada lagi beberapa fitur lain, salah satunya pintu bagasi belakang yang dibuka tutup tanpa harus disentuh. Sementara untuk harga, dipasarkan sebesar :

  • Honda HR-V Tipe G Bensin: 2.279.200 yen atau sekitar Rp 300 jutaan
  • Honda HR-V e:HEV X hybrid: 2.658.700 yen atau sekitar Rp 360 jutaan
  • Honda HR-V e:HEV Z: 2.898.500 yen atau sekitar Rp 390 jutaan
  • Honda HR-V e:HEV PLaY: 3.298.900 yen atau sekitar Rp 445 jutaan

 

(kompas.com)

Continue Reading

Trending