Connect with us

Tebing Tinggi

Warga miskin baru tak dapat sembako terdampak covid-19 bakal didata ulang

Published

on

Ilustrasi karikatur. Internet

JO | Gedung Balai Kota, Tebingtinggi – Warga miskin baru (misba) terdampak covid-19 yang tidak memperoleh sembako Bantuan sosial (Bansos) Kemensos RI di Tebingtinggi bakal didata ulang.

” Memenuhi kekurangan itu, pihak Kecamatan dan Kelurahan akan lakukan pendataan kembali,” ucap Walikota Umar saat menerima kunjungan kerja (Kunker) DPRD Medan Komisi II,Johanes Hutagalung, Sunanto, Modesta Marpaung, Afif Abdillah, Dodi Robert Simangungsong dan Janses Simbolon di GBK Rabu(18/8).

Umar menyampaikan, selama pandemi, bantuan sembako warga miskin baru seperti beras, minyak goreng dan mie instan terus bergulir diluar penerima bantuan PKH dan bantuan progam sembako serta bantuan sosial tunai (BST).

Didampingi Sekdako Muhammad Dimiythi, BPKPAD Jefry Sembiring, Kadis Kominfo Dedi P Siagian,Kadis Kesehatan Dr Nanang Fitra Aulia Pj Sekretaris Dinas Sosial Tigara Hasibuan, Kadis Ketapang dan Pertanian Marimbun Marpaung, Umar menjelaskan jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos RI berjumlah 12.137 KK.

Data penerima PKH sebanyak 4.644 KK. Sedangkan penerima bantuan program sembako berjumlah 10.798 KK.

Untuk penerima BST dari kantor pos sebanyak 8.536 KK, ditambah bantuan langsung tunai melalui bank himpunan negara (Himbara) yaitu BRI dan BNI sebanyak 328 KK.

Sosialisasi  

Kendati demikian, Umar terus menekan laju penyebaran untuk memutuskan mata rantai Covid-19 di kota itu.

Dunia usaha ditengah pandemi, ditekankan umar masih tetap stabil. Terbukti belum ada perusahaan bertindak melakukan Pemutusan Tenaga kerja (PHK).

Justru sebaliknya, musim lebaran silam, perusahaan di Kota itu, tetap membayar Tunjuangan Hari Raya (THR) karyawan.

” Langkah membantu perekonomian agar tetap berjalan, terus dilakukan, data survey di sentra pasar lokal, daya beli masyarakat masih tinggi, perekonomian harus tetap hidup,” tegas Umar Zunaidi.

(rms14/joms)

Tebing Tinggi

Pj Wali Kota Tebingtinggi Kenakan Baju Adat Simalungun Saat Irup HUT Kemerdekaan RI ke-78

Published

on

Pj Wali Kota Tebingtinggi, Drs Syarmadani Msi (Photo.HO/Diskominfo)

Menghadapi tahun politik ini, kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan di Kota Tebingtinggj’ untuk kesejahteraan kita bersama,”| Pj Wali Kota Tebingtinggi, Drs Syarmadani Msi

TEBINGTINGGI– Baju kain hiou milik adat budaya Simalungun menjadi pimihan kustum pilihan yang dikenakan Penjabat (Pj.) Wali Kota Tebing Tinggi Drs. Syarmadani saat tampil sebagai Inspektur Upacara HUT ke-78 Republik Indonesia di Lapangan Merdeka, Kamis (17/8).

Langkah cinta terhadap adat budaya Nusantara  itu juga diikuti oleh para Asisten, Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah(OPD), kepala Kecamatan, termasuk tiga puluh lima Kepala Kelurahan yang juga turut mengenakan pakaian adat dari berbagai wilayah di Indonesia.

Di moment tersebut,  Pj Wali Kota, Drs Syrmadani menegaskan’ bahwa bendera merah putih bukan hanya sebagai simbol bangsa, namun juga menjadi simbol harga diri  pencapaian tujuan cita-cita pembangunan dan kemerdekaan.

Seraya berharap sebagai penerus bangsa kiranya mampu meneruskan pembangunan, mampu meneruskan cita-cita pembangunan dan kemerdekaan bangsa.

“Menghadapi tahun politik ini, kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan di Kota Tebingtinggj’ untuk kesejahteraan kita bersama,” ucapnya. (red)

Continue Reading

Tebing Tinggi

15 Berkas Bacaleg Parpol Pemilu 2024 Masuk Verifikasi

Published

on

Plt Ketua KPU Tebingtinggi, Rudi Herwin Tanjung SE

TEBINGTINGGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebingtinggi resmi menerima 15 berkas bacaleg dari 18 parpol  pemilu serentak 2024.

Plt Ketua KPU Tebingtinggi, Rudi Herwin kepada wartawan menjelaskan, hanya 15 parpol yang menyerahkan berkas bacaleg hingga hari terakhir pendaftaran hingga Minggu(14/5) pukul 23.59 WIB.

” Seluruh berkas telah diterima dan akan diverifikasi mulai hari ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudi merinci ke 15 Parpol itu, diantaranya Partai PDI Perjuangan, Partai Nasional Demokrat (NasDem), PKS, PAN, PKB, Hanura, Demokrat, Gerindra, PPP, Golkar, Ummat, PSI, Perindo, PKN dan Partai Gelora. Sedangkan 3 partai yang tidak masuk adalah Partai Garuda, Buruh dan PBB. (Ilham)

 

 

 

Continue Reading

Tebing Tinggi

Partai Gelora Indonesia Tebingtinggi Optimis Raih 3 Kursi Fraksi di Pemilu Legislatif 2024

Published

on

DPD Partai Gelora Indonesia Tebingtinggi

Partai Gelora akan membangun jaringan, seluruh struktur bergerak mendekat kepada masyarakat, melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa memberikan simpati kepada masyarakat,” | Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Kota Tebingtinggi, Wakidi

TEBINGTINGGI – Usai mendaftar bacaleg ke KPU, Partai Gelombang rakyat (Gelora) Indonesia Tebingtinggi optimis mampu meraih 1 fraksi dalam kontestasi pemilu legislatif tahun 2024 mendatang.

Pernyataan itu secara tegas di sampaikan Ketua DPD Partai Gelora Tebingtinggi, Wakidi saat wawancara kepada wartawan pada Minggu (14/5/20230 malam di Kantor KPU di Jalan RSU Kelurahan Pasar Gambir Tebingtinggi.

Partai Gelora, kata Wakidi resmi mendaftar sekira pukul 21.00 WIB, namun Wakidi mengaku mengalami kendala dalam mengakses Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Hal itu diungkap Wakidi karena data yang bersifat sentralistik.

“ Diseluruh Indonesia seperti itu, jadi kawan kawan di daerah lain, juga berjuang seperti yang kami lakukan malam ini,”ungkapnya.

Petinggi partai Gelora itu mengucapkan terima kasih kepada KPU Tebingtinggi yang terus menempuh langkah koordinas dengan partai Gelora, sehingga mampu menyelesaikan persyaratan dengan tidak menabrak Undang Undang.

Wakidi juga mengatakan bahwa dari sisi peraturan pendaftaran, KPU memang menetapkan sampai pukul 24.00 WIB, tapi kami belum keluar dari batas yang ditentukan secara undang-undang.

Lebih lanjut, Wakidi mengurai keterwakilan perempuan di partai Gelora telah memenuhi syarat 30 persen. Ia menjelaskan disetiap dapil, Wakidi menetapkan 6 orang bacalegnya.

Mantan anggota DPRD Tebingtinggi itu menambahkan, system pemilu tahun 2024 memiliki perbedaan seputar sistem pemilu dan daftar calon. Menurut Wakidi, sistem pemilu yang seharusnya diterbitkan kemudian pendaftaran calon legislatif.

“ Jadi, kita nggak tahu apakah menggunakan sistem terbuka atau tertutup,” kata Wakidi.

Menjelang kompetisi tahun 2024 mendatang, Partai Gelora akan membangun jaringan, seluruh struktur bergerak mendekat kepada masyarakat, melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa memberikan simpati kepada masyarakat, kemudian Bacaleg turun ke masyarakat.

“ Untuk Pilpres, Partai Gelora belum menentukan sikap, karena bulan September nanti baru mulai pendaftaran, jadi kami konsentrasi untuk Pemilihan Legislatif dahulu,” tegas Wakidi.

Plt Ketua KPU Tebingtinggi, Rudi Herwin mengatakan, pendafatran partai Gelora tidak mengalami kendala. Kendati menjadi pendaftar terakhir menjelang pukul 24.00 WIB, Partai Gelora rampung menyelesaikan kendala yang sempat dialami.

“ Mulai tanggal 15 Mei hingga 23 Juni 2023, tim verifikator KPU akan melakukan evaluasi pemberkasan,” jelas Rudi kepada wartawan. (Ilham)

 

 

 

Continue Reading

Trending