Connect with us

Event

Jembatan di Sipispis Sergai Roboh

Published

on

Sumber ( dok.teritorial24.com)

JONews.id |Dusun Sarekat, Sergai – Jembatan penghubung sepanjang 10 meter dengan lebar 5 meter di Dusun Sarekat, Desa Sipispis Kab.Sergai ambruk Kamis (30/4/2020) dini hari kemarin.

10 tahun, pondasi jembatan yang menjadi jalan tunggal hasil pertanian warga itu roboh setelah digerus air sungai, ucap Camat Sipispis Rico Ebtian Kamis siang.

Akibatnya, 20 Kepala Keluarga (KK) di kawasan itu terpaksa mengarungi sungai air sungai deras sedalam 30 cm.

Sementara kenderaan terpaksa memutar melintas di jalur alternatif  dengan jarak yang cukup jauh.

Bupati Sergai, Ir H Soekirman mengatakan, sudah mengetahui peristiwa jembatan roboh,” Sudah ada laporan dari Camat,” ucapnya usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD.

Sebuah excavator dikerahkan Pemerintah Kabupaten untuk membersihkan puing puing jembatan, sekaligus membuka akses jalan baru dibantu swadaya warga yang menginginkan agar jembatan cepat dibangun kembali.

Event

Muslim Bulgaria selenggarakan sunat massal Ramadan

Published

on

Seorang pria Muslim Bulgaria menggendong putranya di atas kuda saat mereka menghadiri ritual menjelang upacara sunat massal di Desa Ribnovo, Bulgaria, 11 April 2021. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)

Sunat massal adalah salah satu kegiatan ritual Muslim di sebuah desa di Bulgaria. Acara ini biasanya diselenggarakan menjelang Ramadan dengan pesta tradisional yang meriah. Tidak terkecuali pada tahun ini, sewaktu pandemi virus corona masih belum terkendali.

Musik tradisional Bulgaria terdengar hingar bingar mewarnai Minggu pagi yang biasanya tenang. Ratusan warga Desa Ribnovo terlihat berduyun-duyun bergerak menuju sebuah lapangan sepak bola. Tak ada satupun dari mereka terlihat mengenakan masker penutup wajah.

Hari Minggu 11 April itu merupakan hari istimewa bagi warga desa Ribnovo. Dua hari menjelang Ramadan, mereka akan menyaksikan acara pesta tradisional sunat massal sekaligus salat bersama.

Di lapangan sepak bola, terlihat sejumlah pria menggendong putra mereka yang mengenakan pakaian tradisional. Para pria itu — dan putra-putra mereka yang masih kecil — duduk di atas kuda-kuda yang didekorasi sedemikian rupa sehingga seperti hewan-hewan pertunjukan.

Ismail Atipov, ketua panitia, menjelaskan pentingnya acara itu.

“Sunnah adalah tradisi dan praktik-praktik yang dilakukan Nabi Muhammad. Sunat adalah salah satunya. Ini wajib bagi umat Islam. Menurut hukum Islam, sunat harus dilakukan pada semua anak laki-laki, dari usia satu minggu hingga sekitar usia tujuh tahun,” katanya.

Yang hadir di acara itu umumnya adalah dari kelompok minoritas Pomak. Mereka adalah keturunan orang-orang Bulgaria yang dulunya beralih ke ajaran Islam sewaktu Kekaisaran Ottoman berkuasa. Menurut keyakinan mereka, sunat menandai penegasan awal keimanan mereka dan sebuah langkah menuju kedewasaan.

Di Desa Ribnovo, pesta sunat massal biasanya juga disertai acara salat bersama menyambut Ramadan. Tak heran, takbir terdengar berkumandang di pagi hari itu.

Ribnovo yang terletak di kawasan pegunungan terpencil di wilayah barat daya Bulgaria sebetulnya juga dikenal sebagai desa yang sering menyelenggarakan pesta pernikahan tradisional Muslim musim semi.

Penduduk desa itu berusaha mempertahankan acara-acara tradisional mereka, meski sebelumnya sempat ditindas pemerintahan komunis yang pernah berkuasa selama puluhan tahun, dan meski memaksa banyak prianya mencari pekerjaan di luar negeri karena tekanan ekonomi.

Ismail Atipov, sang ketua panitia, saat ini bekerja di bisnis konstruksi di Spanyol. Namun, pria yang kini berusia 34 tahun ini, selalu berusaha menyempatkan diri pulang ke Ribnovo, dan menyelenggarakan pesta sunat massal dan acara-acara tradisional lainnya.

“Kami mengadakan perayaan-perayaan besar. Ini biasanya hanya terjadi di desa kami. Acara-acara itu diselengarakan sesuai tradisi turun-temurun, melibatkan dekorasi, melibatkan gulat minyak dan lain-lain. Pokoknya itu hanya khas di desa kami.”

 

(ab/uh/voaindonesia)

Continue Reading

Event

Kabut duka “dilangit” PUPR Tebingtinggi

Published

on

Sumber photo. Idan Syahri Damanik

TEBINGTINGGI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tebingtinggi diselimuti kabut duka.

Minggu (14/3/2021), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Jammah Sari Gofir Hasibuan ST (42) meninggal dunia.

Kepala Seksi Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR itu menghembuskan nafas terakhir, akibat menderita gangguan pada pembuluh darah.

Alm sempat dirawat intensif selama 2 hari di RS Mitra Sejati, Medan sejak Jum, pada (12/3/2021) malam kemarin.

Jammah sapaan akrabnya meninggal pada Minggu (14/3/2021) pukul.12.30 WIB.

Ia meningalkan seorang istri, Sri Mahyuni ​​Siregar, dan seorang putra Avicenna trazani Hasibuan (10).

Jenazah alm tiba di rumah duka sekira pukul. 14.30 WIB di kawasan Jl.Danau Maninjau Kelurahan Padang Merbau kecamatan Padang Hulu Tebingtinggi.

Kepribadian

Bagi keluarga, Ginda, ipar alm, Ia merupakan sosok rendah hati dan memiliki jiwa perduli terhadap keluarga tanpa harus membedakan.

Terungkap, bagi pemuka masyarakat disana, mereka megaku Kehilangan sosok pemurah hati dan taat ibadah itu.

Alm dikenal dilingkungannya, sebagai warga sebagai kerap perduli membantu keperluan pembangunan rumah ibadah di lingkungan tempat ia bermukim belasan tahun lamanya.

“Kita selalu bertemu dimasjid, kala waktu senggang kerja alm,” kata Karim warga disana.

Penyabar

Kerabat kerja alm Pemerintahan, Kamlan Mursyd SH menguak fakta, bahwa alm sebagai sosok penyabar dan selalu mengalah dalam berbagai persoalan.

Kamlan mengaku sangat kehilangan sosok pria yang taat beribadah itu. Ia bercerita kala ia pernah bersama alm dari pukul 10.00 WIB hingga larut malam.

“Ketika itu di Medan, Ibadahnya 4 waktu tanpa cela, hanya Sholat subuh kami tidak bersama, kejadian itu sering berulang, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, semoga dilapangkan kuburnya, surga Jannatun Naim buatnya,” ucap Kamlan mewakili Walikota Tebingtinggi ir H Umar Zunaidi Hasibuan.

Kadis PUPR Hj Rusmiaty Harahap ST, ditengah ratusan pentakziah, mengaku sangat kehilangan sosok pekerja ulet dan bertanggung jawab dibidangnya.

Baginya, alm merupakan seorang ASN berdedikasi tinggi yang mengedepankan etika dengan kemampuan birokrasi mumpuni.

Innalilahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan adikku, Allah SWT lebih sayang kepadamu, untaian doa buat mu dari kita, dari seluruh staf di PUPR juga “kata Rusmiaty jelang pemakaman.

Sekira pukul. 16.30 WIB Ambulan Rumah Sakit Kumpulan Pane (RSKP) meninggalkan rumah menuju di masjid. Hampir seratusan pentakziah menshalatkan alm.

Selanjutnya pentakziah menuju lokasi pemakaman muslim di Jl. Danau Singkarak, bersebelahan jalan dengan rumah duka.

Istri dan anak alm saat ziarah terakhir di perkuburan muslim /photo:Muhammad Rahmadsyah

Lokasi pemakaman alm persis berada disebelah Gedung Pondok Pesantren Al Hasyimiyah.

Seratusan keluarga, kerabat, dan rekan kerja alm, terlihat mengiringi kepergian jenazah Alm Jammah Sari Gofir Hasibuan ST.

Kerabat dekat alm, menggelar ziarah terakhir, jelang kala ba’da mahgrib mulai berkumandang.

(rms14 / JOMS)

Continue Reading

Event

Kasus Dugaan Cabul Guru SMK di Tebingtinggi Berujung Damai

Published

on

Foto: jonews.id | Muhammad Rahmadsyah

jonews.id TEBINGTINGGI – Kasus dugaan cabul oknum guru initial J terhadap bocah pelajar SMK kejuruan sebut saja namanya Kumbang (16) di Tebingtinggi tiba-tiba berujung perdamaian.

Padahal, kasus itu sempat viral dikalangan internal sekolah dan para jurnalis pada akhir September silam.

Informasi perdamaian keduanya diakui dan dipertegas oleh Komite SMK Rahmad Suud BE lewat via WhatApp kepada wartawan Kamis (22/10/2020) kemarin.

Lewat pesan itu dia menuliskan, bahwa persoalan itu merupakan selisih paham yang sudah diselesaikan dengan rasa persaudaraan tanpa unsur paksaan pihak manapun.

Lebih lanjut, dalam pesan itu tertulis, bahwa abang kandung korban turut ikut mendampingi, termasuk kehadiran Ketua MUI, FKUB dan Ketua Komite mewakili murid.

Menurutnya, menjaga netralitas MUI dan FKUB, Rahmad Suud terpaksa menggelar perdamaian kedua belah pihak di tempat ia bermukim.

Soal bukti bukti photo dokumentasi hasil perdamaian, Rahmad Suud menuliskan telah diberikan kepada pihak Kepolisian pada Minggu (11/10/2020).

Perdamaian ketika itu, ditulis Rahmad Suud dihadiri oleh Istri oknum guru, Kepala Kelurahan dan kepala lingkungan korban bersomisili.

Pindah

Tokoh komite SMK itu juga mengambil kesimpulan, bahwa oknum guru, dalam pesan WhatAppnya ditulis Rahmad Suud, sudah dipindahkan dari sekolah SMK itu.

Sejumlah konfirmasi terkait persoalan dugaan cabul kepada oknum J, lewat via WhataApp ke nomor 081370238xxx sampai kini trus berstatus offline.

Sementara Kepala Sekolah SMK initial DP dikonfirmasi dua pekan lalu lewat via WhataApp nomor 082360609xxx tidak menjawab perihal konfirmasi hingga pemberitaan ini diposting.

Kronologis Kejadian

Sebagai referensi, praktil dugaan cabul oleh oknum guru SMK initail J di Jl. Pulei Kelurahan Bagelen Kecamatan Padang Hilir Tebingtinggi iti terkuak pada akhir September 2020 silam.

Seorang bocah pelajar mengaku mengalami peristiwa itu. Sebut saja namanya Kumbang (16) bocah yang bermukim di seputar perbatasan Tebingtinggi – Sergai itu mengaku pernah dilecehkan oleh seorang oknum guru PNS initial J yang mengajar di sekolah tempat korban menimba ilmu.

Pelajar yang kini menyendiri dirumah gubuk milik orangtuanya itu menceritakan seluruh kejadian tindakan pelecehan seksual yang dialaminya dalam wawancara dokumentasi rekaman video berdurasi 20 menit kepada wartawan disaksikan Kepala Lingkungan, pada Oktober bulan lalu.

Korban menceritakan, aksi pelecehan itu terjadi saat korban memilih menetap di rumah kontrakan sang guru di kawasan persimpangan Gatot Subroto Tebingtinggi, pada Maret 2020 silam.

Semua berawal saat wali kelas korban initial T, memberi tawaran kepada korban agar korban tinggal bersama J, mengingat korban hanya tinggal bersama abangnya yang selalu sibuk hingga jarang pulang kerumah.

Kumbang mengaku anak paling kecil dari 3 bersaudara yang hidup mandiri lantaran ditinggal kerja orang tua diluar Provinsi. Sementara 1 dari dua orang abnya telah menikah.

Kerasnya tekanan ekonomi membuat ia tak berdaya saat mulai memasuki kelas 2 disebuah sekolah kejuruan milik. Pemerintah

Kondisi itu menoreh simpati wali kelas Kumbang initial T. Kumbang mengaku, T menawarkan ajakan oknum guru kepada Kumbang agar tinggal serumah bersama 1 pelajar lain.

Korban mengiyakan, lantaran ia cukup mengenal P dengan baik, sebagai guru yang mengajar mata pelajaran dikelasnya.

Singkatnya pada Januari 2020, korban sah menginap gratis di rumah kontrakan J bersama 1 pelajar lain yang beragama Kristen asal kota Binjai yang berbeda akidah dengannya.

Kehidupan korban bersama penghuni lainnya berjalan normal. Dihadapan Kepling sore itu, korban mengaku, tidak satupun gerak gerik J membuatnya curiga.

Satu Kamar

3 bulan menetap dikontrakan guru S1 jebolan sebuah Univeritas ternama di Sumut asal Kabupaten Toba Samosir itu, kehidupan Kumbang berjalan normal. Ia tidur dikamar berbeda dengan guru itu.

Hingga suatu malam, peristiwa dugaan pelecehan seksual yang menimpa Kumbang terjadi. Pelajar berambut pendek itu diminta agar tidur satu kamar dengan guru tersebut.

” Ngapain disana sendirian, dikamar saya saja” cerita Kumbang menirukan kalimat oknum guru saat wawancara khusus berdurasi 20 menit Selasa ( 6/10/2020).

Ia tak mampu mengelak, pelajar itu menuruti keinginan oknum guru dan tidur seranjang dengannya. Awalnya tidak terjadi apa apa. Keduanya tidur normal hingga menjelang fajar menyingsing.

Sekitaran bulan Maret 2020, Kumbang terus tidur dikamar oknum guru. Malam itu, guru berpredikat sarjana beranak dua itu mulai beraksi.

Alat Reproduksi

Guru berkulit sawo matang kehitaman itu mencoba mencium Kumbang. Aksi itu berhasil ditepis, bahkan Kumbang mengaku membela diri dan menunjang guru itu hingga terjajar ke dinding kamar.

Keadan kembali normal. Namun pria berkacamata itu kukuh melancarkan niatnya memegang alat produksi Kumbang. Korban terus berusaha mempertahankan diri.

Perlawanan korban membuat oknum guru itu mengurungkan niatnya. Keduanya kembali tidur. Namun aksi itu kembali terulang.

Oknum yang tidak diketahui keberadaannya hingga pekan ini kembali meraba dan memegang alat vital korban.

Korban mengaku lelah. Hasrat oknum guru tersampaikan. Alat produksi korban berhasil dikuasai oknum guru itu sampai korban ejakulasi.

Pagi esok harinya, Kumbang mengurai alasan oknum guru yang mengaku melakukan itu dalam keadaan tidak sadar, alias mimpi atau mengingau.

Ocehan itu tak digubris. Kumbang marah, namun diam tak berdaya. Kejadian itu kerap berulang sampai 3 -4 kali.

Korban tidak tahan. Jum,at dua pekan kemarin, ia menceritakan kejadian yang dialaminya kepada beberapa orang guru.

Pertemuan bersama Kepala Sekolah pun digelar. Sampai kini, belum ada tanggapan dan penyelesaian apapun dari kepala sekolah terkait dugaan pelecehan generasi muda itu.

Makanan Haram

Korban terus bercerita. Pelajar bercita cita jadi Brimob itu mengaku pernah dibujuk oknum guru itu untuk memakan daging babi yang bertentangan dengan akidah agama islam yang dianutnya.

Upaya oknum itu membuahkan hasil. Korban kembali menuruti kemauan tenaga pendidik itu.

” Terpaksa om, tiga kali saya disuruh makan daging babi. Teringat saya, di sup dan dipanggang, tidak enak rasanya,” ucap lirih korban.

Korban mengaku takut. Secara pribadi ia menginginkan agar, perilaku oknum guru dapat diproses secara hukum.

” Orang tua saya sudah tau, namun masih menunggu kabar mereka. Saya tidak tau harus berbuat apa, bantulah saya,” ucapnya memelas.

Continue Reading

Trending