Connect with us

Film

Iron Man Bakal Punya 3 Armor Berbeda dalam Avengers: Endgame

Published

on

Robert Downey Jr saat berperan sebagai Iron Man.(Francois Duhamel)

JAKARTA, WAKUBAN.CO – Pemutaran perdana film Avengers: Endgame hanya berjarak tiga bulan. Seiring itu, divisi produk konsumen The Walt Disney Company pun mulai meluncurkan produk mereka.

Contohnya, beberapa action figure (mainan aksi figur) bahkan mulai diluncurkan di luar negeri dan Lego baru saja mengisyaratkan bahwa penggemar akan melihat banyak armor Iron Man.

Menurut pengguna Instagram @414falconfan, akun populer yang biasanya mendapatkan akses informasi lebih awal mengenai produk yang bakal dirilis Lego, membocorkan bawa setidaknya akan ada satu set Lego Endgame berisi tiga versi armor terpisah yang dibuat oleh Tony Stark ( Robert Downey Jr).

Meskipun akun bersangkutan tidak mengunggah gambar minifigs (figur mini) Lego yang dimaksud, namun sebuah unggahannya baru-baru ini mengatakan bahwa minifigs Iron Man itu bakal memunculkan armor Mark 1, Mark 5, dan armor Mark 41.

Tentu saja, Mark 1 adalah baju besi pertama yang dibuat Stark di awal Iron Man. Mark 5 adalah armor Stark yang pertama kali digunakan dalam Iron Man 2 dengan ukuran sebesar koper.

Di sisi lain, Mark 41 adalah salah satu dari lusinan armor yang dibuat Stark pasca-Battle of New York.

Perlu dicatat bahwa unggahan tersebut tidak mencakup informasi lain tentang minifigs, hanya saja mereka berspekulasi mengenai armor yang akan dikenakan Tony saat melintasi waktu untuk kembali ke masa lalu guna mencegah Thanos mendapatkan Infinity Stone.

Avengers: Endgame akan diputar di bioskop pada 26 April tahun ini. Sementara film-film Marvel Studios lain yang dijadwalkan dirilis tahun ini antara lain Captain Marvel pada 8 Maret dan Spider-Man: Far From Home pada 5 Juli.

Sumber :kompas.com

 

Film

Marvel umumkan garap ‘Captain America 4’ pasca ‘The Falcon And Winter Soldier’ tamat

Published

on

The Falcon And Winter Soldier (foto: marvel)

Serial Marvel yang tayang di Disney+, “The Falcon and Winter Soldier” resmi tamat pada kemarin, Jumat (23/4).

Namun, tamatnya serial itu sekaligus membawa kabar gembira bagi penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU). Marvel secara resmi mengumumkan akan segera menggarap “Captain America 4

Film Captain America keempat ini secara resmi telah diproduksi dengan keterlibatan kepala penulis dan pencipta serial “The Falcon and the Winter Soldier”, Malcolm Spellman.

Dia akan menulis naskah bersama penulis staf “The Falcon and the Winter Soldier”, Dalan Musson. Namun, hingga kini belum ada sutradara yang disebutkan.

Dikutip dari laman wowkeren.com, terkait pengumuman ini, pertanyaan terbesar yang akan segera ditanyakan penggemar adalah siapa yang akan memerankan sosok superhero ini.

Selama bertahun-tahun, Captain America telah diperankan oleh Chris Evans sebagai pahlawan super ikonik versi Steve Rogers.

Evans tampaknya telah meninggalkan peran tersebut setelah peristiwa “Avengers: Endgame“, tetapi ada beberapa media melaporkan bahwa Marvel ingin membawanya kembali untuk film lain.

Masih belum jelas apakah Evans akan terlibat dalam “Captain America 4” saat ini

Karakter Captain America baru di “Captain America 4”?.

Namun, penggemar mendapati bahwa Evans memposting sebuah “petunjuk” di Twitter pada Januari lalu yang berbunyi, “Berita bagi saya“.

Ini menunjukkan potensi kembalinya karena Steve Rogers tidak benar, kecuali aktor itu bermain secara diam-diam untuk membuat comeback kejutan.

Kembali pada tahun 2018, Evans juga tampaknya mengucapkan selamat tinggal untuk memainkan peran tersebut setelah menyelesaikan produksi di “Avengers: Endgame”.

Secara resmi selesai Avengers 4,” kata Evans di Twitter. “Sedikitnya adalah hari yang emosional. Memainkan peran ini selama 8 tahun terakhir merupakan suatu kehormatan. Kepada semua orang di depan kamera, di belakang kamera, dan di antara penonton, terima kasih atas kenangannya! Bersyukurlah selamanya.”

Peristiwa “The Falcon and the Winter Soldier” juga akan memberikan kepercayaan pada rumor bahwa karakter baru akan membintangi “Captain America 4”, mengambil gelar pahlawan super setelah pensiunnya Steve Rogers.

The Hollywood Reporter melaporkan bahwa sekuel baru ini kemungkinan akan melanjutkan kisah Sam Wilson (Anthony Mackie), pengguna perisai Captain America saat ini.

 

Pengenalan Wyatt Russell dalam serial Disney+ sebagai John Walker juga menunjukkan betapa mudahnya bagi Marvel untuk menyambungkan seseorang yang baru sebagai Captain America.

Mungkin kesuksesan besar “The Falcon and the Winter Soldier” membantu meyakinkan Disney dan Marvel Studios untuk menarik pelatuknya di “Captain America 4”.

Serial ini memulai debutnya di Disney+ dengan apa yang dikatakan streamer adalah seri debutnya yang paling banyak ditonton, bahkan mengalahkan yang luar biasa. acara populer “WandaVision” dan “The Mandalorian“.

Bahkan tanpa Steve Rogers, penggemar Marvel jelas ingin melihat lebih banyak Captain America, terbukti dari penayangan acara yang tinggi.

Rekan penulis “Captain America 4”, Dalan Musson, adalah penulis yang dikreditkan dari episode kelima “The Falcon and the Winter Soldier”, yang sangat dianggap sebagai salah satu yang terbaik musim ini.

Namun, masih tidak jelas kapan “Captain America 4” akan mulai produksi, atau kapan penggemar Marvel dapat melihat film itu di bioskop.

 

(wk/putr/wowkeren.com)

Continue Reading

Film

[Review Film] Raya and The Last Dragon: Petualangan mencari kepercayaan

Published

on

Film Raya and The Last Dragon. Foto: Dok. Disney

JAKARTA – Kembali dengan kisah petualangan seorang putri, Disney menyajikan suasana Asia Tenggara dalam film terbarunya yang bertajuk “Raya and The Last Dragon”.

Sajian tersebut tentunya menjadi warna baru dalam dunia animasi Disney. Tayang perdana pada 3 Maret 2021, film animasi garapan sutradara Don Hall dan Carlos Lopez Estrada ini menceritakan tentang perjalanan karakter Raya dalam upayanya menyatukan dan mendamaikan kembali dunia fiksi yang menjadi latar film tersebut, Kumandra.

Dikisahkan, Kumandra merupakan tempat manusia dan para naga berkekuatan sihir hidup bersama dengan harmonis.

Namun, muncul sebuah kekuatan jahat yang mampu meluluhlantakkan dunia tersebut.

Dengan kekuatan sihir, para naga berjuang untuk menyelamatkan seisi dunia, namun hanya satu naga yang mampu menjinakkan kekuatan tersebut.

Alih-alih memanjatkan syukur, para penduduk Kumandra justru berperang untuk memperebutkan roh dari naga terakhir itu. Kumandra terpecah belah di saat yang salah.

Kepercayaan adalah kunci

500 tahun kemudian, kekuatan jahat tersebut kembali menghampiri Kumandra. Raya tidak memiliki pilihan selain mencari keberadaan naga terakhir yang mampu menyatukan dan menyelamatkan Kumandra kedua kalinya.

Pertemuan Raya dengan naga terakhir yang bernama Sisu itu bukanlah akhir dari perjalanan atau kunci persatuan dan keselamatan dunia. Ia dan Sisu harus melewati berbagai rintangan dan pertarungan yang menegangkan.

Namun, karakter riang dan lucu yang dimunculkan lewat candaan dan celoteh Sisu mampu menetralisir ketegangan di sepanjang film berlangsung.

Lebih dari itu, Sisu juga banyak mengajarkan Raya tentang pentingnya kepercayaan dalam upayanya menyatukan dan menyelamatkan dunia.

Narasi tentang kepercayaan sering kali dimunculkan di dalam film ini, menjelaskan bahwa nilai moral film ini berfokus kepada kepercayaan sesama makhluk hidup.

Don’t trust anyone” kata-kata tersebut menjadi pesan utama Raya kepada Sisu sesaat sebelum melakukan sesuatu, namun selalu dipatahkan oleh Sisu dengan bijak.

Perlahan Raya pun merasakan kekuatan dahsyat dari sebuah kepercayaan. Berkat kepercayaan pula film ini dapat mencapai happy ending yang penuh makna.

Penonton diajak untuk melihat keajaiban yang terjadi ketika kepercayaan terjalin dengan baik. Tema yang hadir dalam film ini cukup ringan dan dekat dengan kehidupan, yang barangkali tidak disadari oleh sebagian orang.

Sesederhana kata “percaya” ternyata mampu menyelamatkan dan menyatukan dunia yang telah hancur selama beratus-ratus tahun. Cukup naif but who knows? Siapa yang berani untuk membuktikan?

Bertemakan Budaya Asia Tenggara

Uniknya, walaupun secara premis Raya and The Last Dragon terdengar seperti How to Train Your Dragon, film ini sangat berbeda dengan animasi garapan Dreamworks itu. Raya and The Last Dragon memiliki kisah dan cara bercerita yang berbeda. Konfliknya lebih dekat dengan permasalahan sosial.

Selain cerita yang cukup dekat dengan permasalahan sosial, kelebihan Raya and The Last Dragon ada pada perhatiannya terhadap budaya Asia Tenggara, salah satunya Indonesia.

Sebagai contoh, penonton Indonesia diajak untuk merasakan kenyamanan seperti di “rumah” lewat alunan gamelan yang menjadi musik pengiring sepanjang film berdurasi nyaris 2 jam itu.

Terdapat juga beberapa kuliner yang tidak bakal asing di mata masyarakat Indonesia seperti sate, terasi, hingga bubur udang.

Satu hal lagi yang perlu digaris bawahi dari Raya and The Last Dragon , jangan harap bakal menemukan musical number di dalamnya.

Penonton tidak akan menemukan Raya cs menyanyikan musik-musik khas Disney ala Let It Go atau Into the Unknown. Sebagai gantinya, penonton bakal dimanjakan dengan berbagai adegan laga ala film bela diri Asia yang dinamis.

Apabila diingat-ingat, sejak Mulan dan Big Hero 6, sangat jarang Disney mengangkat kembali budaya Asia ke dalam film-film garapannya. Raya and The Last Dragon hadir untuk membawa kembali hal tersebut.

Raya and The Last Dragon” sudah mulai tayang pada 3 Maret 2021 di bioskop Indonesia dan akan hadir di layanan streaming berbayar Disney+ Hotstar.

 

 

(Ferenzkey Alvinda Rachmani/kumparan.com)

 

Continue Reading

Film

Aksi The Rock dan Jason Statham di Trailer ‘Hobbs & Shaw’

Published

on

By

Foto: Dok. Instagram/hhgarcia41

Jakarta – Film selanjutnya dari kisah para pebalap jalanan, ‘Fast and Furious’ telah hadir. Merupakan spinoff berjudul ‘Hobbs & Shaw’, trailer perdana film ini telah dirilis.

Sudah disebut-sebut film ini membawa pertemuan bagi polisi dan eks target penjahatnya yang akhirnya bekerja sama. Mantan agen keamanan Amerika Luke Hobbs harus bekerja sama dengan anggota MI6, Deckard Shaw sang musuh bebuyutan.

Keduanya menjadi satu tim dalam misi menyelamatkan dunia dari penjahat kelas atas yang diperankan Idris Elba.

Elba bukan musuh sembarangan. Ia mengaju dirinya tak terkalahkan. “Aku adalah masa depan bumi. Diriku merupakan sebuah gebrakan pada sistem dunia. Dan aku adalah sebuah perubahan besar, seorang manusia super, anti peluru,” kata Elba yang berperan sebagai seorang teroris kali ini.

Seperti cerita di ‘Fast and Furious’, cuplikan trailer menampilkan ‘Hobbs & Shaw’ yang juga menampilkan aksi kebut-kebutan dan kejar-kejaran. Film ini mengikuti kisah ‘The Fate of the Furious’ di mana seorang wanita misterius menggiring Toretto ke dunia teroris yang membuatnya berkhianat pada sahabat-sahabatnya.

‘Hobbs & Shaw’ dijadwalkan rilis 2 Agustus mendatang. Film ini turut membawa penampilan aktris cantik Vanessa Kirby beraksi dalam cerita.

Sumber : detikcom

Continue Reading

Trending